Pemerintah Akan Naikkan Biaya Iuran BPJS, Netizen: yang Amburadul Manajemennya

Pemerintah Akan Naikkan Biaya Iuran BPJS, Netizen: yang Amburadul Manajemennya

Senyumperawat.com – Netizen bersuara atas rencana pemerintah akan menaikkan biaya iuran BPJS. Banyak yang akhirnya mempertanyakan kebijakan pemerintah. Sistemnya yang mereka anggap bermasalah tapi rakyat lagi yang harus menanggung bebannya.

Seperti diberitakan viva, pemerintah berencana menaikkan biaya iuran BPJS Kesehatan untuk premi terendah, yang dibayarkan melalui golongan penerima bantuan iuran (PBI). Selama ini, untuk golongan terendah iurannya Rp23 ribu.

Muat Lebih

Baca: Defisit BPJS Kesehatan Bikin Motivasi Kerja Perawat Turun

“BPJS Kesehatan kita akan review berdasarkan audit dari BPKP namun kita sudah mulai mempertimbangkan untuk menaikkan iuran yang dibayarkan melalui PBI-pemerintah, dari yang sekarang ini Rp23 ribu menjadi lebih tinggi lagi,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, usai rapat kabinet paripurna di Istana Bogor, Selasa 23 April 2019.

Kenaikan ini tidak terlepas dari defisit BPJS Kesehatan. Bahkan untuk membantu itu, pemerintah sudah membayarkan Rp8,4 triliun pada Januari 2019 lalu.

Dimana Rp8,4 triliun dicairkan dalam dua tahap. Yakni pencairan iuran peserta PBI pada Januari sebesar Rp2,1 triliun. Kemudian Rp6,3 triliun pada awal Februari guna pembayaran Februari, Maret, dan April.

Baca: Surat Untuk jokowi: Pak Kapan BPJS Ga Defisit?

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, memang tercantum bahwa PBI adalah peserta BPJS Kesehatan yang iurannya dibayarkan pemerintah.

Hanya saja, berapa kenaikan itu, Sri Mulyani mengatakan belum ada angka pastinya. “Belum ditetapkan namun sudah ada ancang-ancang untuk menaikkan. Juga jumlah penerimanya dinaikkan jadi di atas 100 juta orang,” katanya.

Baca: Rizal Ramli: Solusi BPJS Kesehatan Pemerintahan Jokowi Bagaikan Tensoplas

Banyak netizen yang berkomentar atas rencana kebijakan tersebut. Mayoritas menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan melimpahkan beban kepada rakyat.

“Naik klo manajemen nya masih amburadul ya sama aja bodong. Yg ada pasien dan tenaga medis yg di adu… sudah kejadian kan sekarang”, tulis akun @AstriBaniati.

“Tenang kan ada kartu sehat.. GRATIS kok. Itu kalau bisa di pake sih..😁”, tulis @MurniAsih__.

“Kalau rakyat tidak mau lagi melanjutkan keikutsertaan BPJS jangan di ancam dan di tekan lagi”, komentar @zenny_ahmad.

“Ga setuju-Rakyat melarat-Dibuat Sekarat”, komentar @nusantara_dipo.

“Waduhhhh… Sudah susah ditambah susah lg nih”, cuit @ekasiswanto1.

Pos terkait