Jokowi Janji Tingkatkan Kesejahteraan Dokter, Bidan dan Perawat, di Tahun 2014 Lalu

Jokowi Janji Tingkatkan Kesejahteraan Dokter, Bidan dan Perawat, di Tahun 2014 Lalu

Senyumperawat.com – Tenaga kesehatan baik dokter, bidan dan perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Namun hingga tahun 2019, kesejahteraan mereka masih terdampak oleh terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Tim sukses Presiden Jokowi, pada masa kampanyenya di tahun 2014 lalu pernah berjanji untuk menjamin kesejahteraan tenaga kesehatan.

Ketua tim pemenangan Jokowi-JK periode 2014 lalu, Tjahjo Kumolo mengemukakan, gagasan pasangan nomor urut dua dalam jangka pendek dan menengah adalah memprioritaskan penguatan terhadap institusi TNI, Polri, dan pegawai negeri sipil (PNS).

Muat Lebih

Baca: Surat Untuk jokowi: Pak Kapan BPJS Ga Defisit?

Termasuk BUMN dan BUMD strategis untuk mendukung penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dan Polri demi menjaga pertahanan negara yang berdaulat dan kamtibmas.

Begitu pula peningkatan kesejahteraan TNI, Polri, dan PNS, termasuk pensiunan. Semuanya akan menjadi kesatuan peningkatan secara maksimal yang akan diperhatikan.

Baca: Prabowo Jamin Guru, Perawat, Bidan dan Dokter Penghasilannya Baik Jika Terpilih

Hal itu, katanya, mengingat tiga elemen (TNI, Polri, dan PNS) merupakan bagian sistem pemerintahan yang kuat dan solid untuk memacu kinerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Termasuk organisasi profesi lainnya, seperti dokter, bidan, perawat, guru, buruh, petani, dan nelayan.

“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan nasional. Mereka semua adalah ujung tombak negara bangsa Indonesia yang berdaulat,” kata Tjahjo dikutip dari laman Republika.

Selain itu, katanya, pemerintah ke depan juga akan konsisten membangun perencanaan infrastruktur yang komprehensif dan integral. Tujuannya, untuk memperkuat wilayah perbatasan.

Baca: Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di Bawah UMR

Yang tidak kalah penting, menurut Tjahjo, adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan perbatasan.

“Ini akan menjadi kata kunci pertahanan nasional. Apalagi TNI lahir dari rakyat,” kata Tjahjo.

Di tahun 2019, sebelum memasuki hari pencoblosan Pilpres 2019, janji itu masih dipertanyakan. Akankah janji itu dipenuhi atau kembali dijadikan janji.

Pos terkait