Fahri Hamzah Kritik Sikap Jokowi Terkait Rumah Sakit dan Hak Tenaga Kesehatan

0
Fahri Hamzah Kritik Sikap Jokowi Terkait Rumah Sakit dan Hak Tenaga Kesehatan

Senyumperawat.com – Fahri Hamzah kembali menuliskan kritik kepada kubu petahana melalui akun twitter. Sebagai Wakil Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Fahri terkenal begitu santer mengkritik penguasa. Khususnya terkait kebijakan yang dianggapnya cenderung merugikan rakyat.

Cuitan Fahri yang ia tulis dalam akunnya @2019wajahbaru itu menyoal sikap petahana terhadap eksistensi rumah sakit. Rumah sakit mengalami kesulitan dalam likuiditas karena klaim yang tak kunjung dibayar.

Baca: Surat Untuk jokowi: Pak Kapan BPJS Ga Defisit?

Sebelumnya, Ia mengungkapkan bagaimana defisit BPJS Kesehatan itu kian hari kian membelit. Dituliskan secara singkat data yang ia peroleh dalam akun twitternya.

“Saya kasih contoh soal kesehatan. BPJS kesehatan defisit terus yang berakibat pada kualitas pelayanan yang rendah, itu dibutuhkan konsep untuk menyelesaikannya. Butuh terobosan ide dan gagasan. Bukan sekedar menambah jumlah kartu yang dicetak! #Kartu2SaktiJokowi”, tulis pendiri GARBI (Gerakan Arah Baru Indonesia) itu.

Baca: Gamal Albinsaid Ungkap Banyak Perawat dan Bidan Bergaji 200-300 Ribu

“Selama pemerintahan Pak Jokowi, defisit terus membengkak, dan tak ada political will untuk menyelesaikan. Awal berdiri sudah defisit 3.3 T (2014), 5.7 T (2015), 9.7 T (2016), 9.8 T (2017), 10.98 T (2018) dan sampai akhir 2019 diprediksi defisit di atas 15 T. #Kartu2SaktiJokowi”, lanjutnya.

Fahri hamzah menilai pemerintah abai terkait hal ini. Menurutnya, petahana justru memanfaatkan momen sulit ini untuk meluncurkan kartu-kartu saktinya untuk kampanye.

“Kalo kita lihat datanya, masalah ini seperti terkesan dibiarkan. Pemerintah abai, dan saling menyalahkan. Di masa kampanye ini, Petahana hanya mengambil keuntungan di hilir dengan bagi-bagi kartu. Masalah di hulu dibiarkan saja. #Kartu2SaktiJokowi”, sindir Fahri kepada pemerintahan Jokowi.


Terkait pemenuhan hak tenaga kesehatan, Fahri turut mengkritik kebijakan selama ini. Petahana dinilainya terlalu memandang kecil persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan. Sementara kartu-kartu sakti Jokowi terus disuarakan. (D)

Tinggalkan Komentar