Apakah Ada Efek Deodoran Bagi Kesehatan?

0
Apakah Ada Efek Deodoran Bagi Kesehatan

Senyumperawat.com – Keberadaan deodoran bagi banyak orang memang memberi manfaat. Kondisi ketiak menjadi terjaga dari keringat berlebih dan aroma yang tak sedap. Seperti dalam iklan-iklannya. Bahkan kalau kamu masih ingat, ada iklan salah satu deodoran pada masa lampau yang super aneh. Memang di luar negeri sudah ada hal itu, tapi kalau di Indonesia masih terasa aneh. Lombanya itu berupa mencium ketiak perempuan. Namanya juga iklan, jadi dibuat seunik mungkin termasuk sekedar untuk mempromosikan deodoran.

Di kalangan perempuan, deodoran selalu hadir dalam tas kosmetiknya. Bahkan kini, perusahaan kosmetik berlomba pula untuk merilis perlengkapan bagi kaum pria. Termasuk salah satunya deodoran khusus pria. Nah, di tengah semakin gencarnya produk deodoran berinvasi, tahukah kamu efek deodoran bagi kesehatan kita?

Adakah efek deodoran bagi kesehatan?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, tentunya kita mesti tahu terlebih dahulu apa saja komponen yang ada dalam deodoran. Nah, buat kamu yang sering pakai, sudah tahu belum nih apa saja komposisinya. Jangan-jangan belum pernah dibaca sama sekali label di bagian belakang deodorannya.

Baca: Pakai Kipas Angin Saat Tidur, 5 Bahayanya

Beberapa komponen kimia dalam deodoran:

  1. Aluminium
    Zat ini berperan untuk menutup kelenjar keringat sehingga dapat menghentikan aliran keringat secara sementara. Kelenjar keringat akan terbuka kembali ketika produk deodoran telah dibersihkan, seperti pada saat mandi.
  2. Paraben
    Paraben merupakan salah satu jenis pengawet yang berperan untuk menjaga produk kosmetik dari pertumbuhan bakteri. Begitu juga pada produk deodoran, dengan adanya kandungan paraben, diharapkan dapat menjaga kulit tetap bersih dan terhindar dari bau dengan mencegah pertumbuhan bakteri.
  3. Pewangi
    Pewangi digunakan untuk menutupi bau badan dan menimbulkan rasa bersih pada penggunanya. Namun bagi yang memiliki kulit sensitif, sebaiknya menghindari deodoran yang menggunakan pewangi karena sering kali zat pewangi justru menimbulkan iritasi pada orang dengan kulit sensitif.
  4. Emollient oil
    Dengan menggunakan emollient oil, deodoran akan lebih mudah digunakan saat dioleskan ke kulit. Emollient oil juga menghindari timbulnya kerak pada ketiak yang merupakan sisa produk saat sudah kering.
  5. Alkohol
    Seluruh komponen dari deodoran akan dilarutkan dengan alkohol karena lebih cepat kering dan menimbulkan rasa dingin saat menyentuh kulit. Alkohol juga memberi efek segar bagi para penggunanya.
  6. Polyethylene glycol (PEG)
    Zat ini membantu fungsi emulsifikasi. Sehingga saat membilas, produk akan lebih mudah dalam dibersihkan.
  7. Butylated hydroxytoluene (BHT)
    BHT berperan untuk mencegah atau memperlambat perubahan zat yang terkandung di dalam deodoran ketika terpapar oksigen. Alhasil, mereka membuat setiap komponen deodoran dapat tetap bekerja secara optimal.
  8. Bedak talk
    Bedak berperan untuk menyerap minyak dan kelembapan, serta melindungi kulit dengan membantu menjaga kulit ketiak tetap kering.

Komponen yang menjadi bahan dasar deodoran di atas berperan dalam mengurangi produksi keringat. Oleh karena produksi keringat menurun, maka bau yang ditimbulkan juga berkurang. Ketiak memiliki mikroba yang merupakan flora normal. Selain itu juga ada rambut, kelenjar minyak, dan keringat.

Baca: Perokok Dicintai Oleh Setan, Ini Buktinya!

Flora normal yang ada pada tubuh berperan sebagai barier yang dapat melindungi kulit. Dengan menggunakan deodoran, produksi keringat yang merupakan sumber makanan mikroba akan berkurang. Hal ini berujung pada menurunnya jumlah mikroba pada daerah tersebut.

Peran aluminium dalam deodoran?

Aluminium adalah bahan aktif yang terdapat pada kebanyakan produk deodoran dan anti keringat. Kulit akan menyerap bahan aktif ini dan fungsinya adalah menghambat kelenjar keringat pada ketiak. Dengan begitu, tubuh tidak akan memproduksi keringat sebanyak biasanya sehingga bakteri tak akan berkumpul. Bakteri yang dihasilkan oleh kelenjar keringat adalah penyebab bau badan tak sedap.

Tinggalkan Komentar