5 Cara Menjaga Kesehatan Vagina Selama Haid

0
5 Cara Menjaga Kesehatan Vagina Selama Haid

Senyumperawat.com – Sebagian wanita mungkin banyak yang belum memahami cara menjaga kesehatan vagina selama masa haid. Terlebih lagi akses informasi yang sulit atau kurangnya peran tenaga kesehatan untuk turun ke lapangan memberikan edukasi. Padahal bagi wanita, organi vagina amatlah vital.

Penting untuk dipahami, cara menjaga kesehatan vagina selama haid tidak akan berhasil tanpa adanya perubahan perilaku hidup sehat. Jadi semuanya mesti beriringan. Menerapkan pola hidup sehat bisa dimulai dari hal yang kecil. Mulai dari menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi. Juga dengan berolahraga secara rutin tiap harinya.

5 cara menjaga kesehatan vagina

Berikut ini beberapa tips sederhana yang bisa dipraktikkan. Anda bisa memilih cara yang sekiranya mudah untuk dipraktikkan bagi Anda pribadi.

Baca: Produk Herbal Ini Baik Untuk Kesehatan Vagina

1. Hindari sabun pembersih vagina

Sabun khusus pembersih organ kewanitaan cenderung kurang baik. Hal ini karena komposisinya akan mengganggu bakteri yang sejatinya secara alami terdapat pada vagina. Bakteri tersebut bekerja untuk menjaga keasaman pada vagina. Keberadaan sabun tersebut akan mempengaruhi tingkat keasaman vagina. Jika tingkat keasaman terganggu, vagina akan lebih rentan mengalami infeksi dan keputihan yang tidak normal.

2. Bersihkan secara teliti ketika mandi

Cara membersihkan daerah kemaluan yang tepat adalah dari depan ke belakang (dari bibir vagina dan saluran kencing ke arah anus). Jangan lakukan dengan arah sebaliknya karena dapat menyebabkan bakteri di anus masuk ke vagina dan saluran kencing. Sabun boleh digunakan. Bagian yang lebih membutuhkan perhatian adalah bibir vagina. Pada saat haid, darah bisa terselip di antara bibir besar vagina (labia mayor) dan bibir kecil vagina (labia minor). Bersihkan bagian tersebut dengan saksama menggunakan air saat sedang mandi.

Baca: Berhubungan Intim Saat Haid, Resikonya Berbahaya

3. Hindari pembalut yang mengandung pewangi

Adanya pewangi pada pembalut menunjukkan bahwa ada lebih banyak zat kimia pada pembalut tersebut. Ini akan menyebabkan daerah vagina rentan mengalami iritasi dan peradangan.

4. Keringkan daerah vagina usai mandi

Pastikan area vagina benar-benar kering tidak lembab setelah mandi. Gunakan handuk berbahan lembut, lalu usap daerah kemaluan dengan perlahan dari depan hingga ke belakang. Setelah benar-benar kering, barulah gunakan celana dalam dan pembalut.

5. Ganti pembalut tiap 3–4 jam sekali dan gunakan celana dalam yang menyerap keringat

Gantilah pembalut paling lambat tiap 3–4 jam sekali. Hal ini harus dilakukan meskipun pembalut belum penuh dengan darah, agar vagina tidak terlalu lembap. Mengganti pembalut dengan frekuensi yang lebih jarang dapat menyebabkan vagina rawan mengalami iritasi dan infeksi.

Tinggalkan Komentar