Was-Was Menanti Kebijakan Terbaru Uji Kompetensi Perawat

Senyumperawat.com – Menristekdikti Mohamad Nasir mencabut Permenristekdikti Nomor 12 Tahun 2016 tentang uji kompetensi tenaga kesehatan (nakes) . Selama belum keluar regulasi baru, mahasiswa calon nakes diperbolehkan lulus terlebih dahulu. Uji kompetensi bisa menyusul saat regulasi sudah terbit.

Nasir menjelaskan, persoalan yang muncul saat ini adalah ujian kompetensi dilakukan secara nasional. Imbasnya, ada keluhan ujiannya sulit, banyak yang tidak lulus, dan sebagainya. Nasir mengakui masih ada diversifikasi kualitas perguruan tinggi, khususnya yang mencetak calon nakes.

Baca: Harapan PPNI Pinrang Kepada Calon Presiden, Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Apakah uji kompetensi akan dihapus? “Tidak,” tegas Nasir saat ditemui seusai membuka kegiatan Healthy Talk di kantornya, Selasa (26/3). Nasir menegaskan, UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan mewajibkan ada uji kompetensi. Hanya, ke depan ujian tersebut tidak berlaku nasional.

Melainkan dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi bersama organisasi profesi terkait. Namun tetap dalam pengawasan lembaga sertifikasi profesi. “Kemenristekdikti hanya membuat pedoman atau tata laksananya saja,” tuturnya.

Baca: Sandiaga: Pembayaran Tenaga Medis Harus Tepat Waktu

Nasir menegaskan, Permenristekdikti 12/2016 tentang uji kompetensi nakes sudah resmi dicabut beberapa pekan lalu. Karena itu, mahasiswa kesehatan bisa tetap diwisuda tanpa harus mengikuti uji kompetensi. Nasir berharap regulasi baru bisa terbit dalam satu sampai dua bulan ke depan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kemenkes Usman Sumantri tidak sepakat jika uji kompetensi dihilangkan. Dia mengatakan, Kemenkes tetap meminta agar lulusan tenaga kesehatan terstandar.

Apalagi mutu pendidikan perguruan tinggi bermacam-macam. ”Akan menyulitkan bagi lulusan nakes apabila tidak ada uji kompetensi,” tuturnya.

Baca: 5 Pesan Ketua PPNI Untuk Debat Cawapres, Gaji Minimal 3 Kali…

Secara global, lanjutnya, semua lulusan tenaga kesehatan memang harus diuji kompetensi. Hal itu demi keamanan pasien dan juga nakes tersebut. Menurut dia, kesepakatan internasional juga mensyarakatkan lulusan harus kompeten, apalagi mereka yang tugasnya melayani kesehatan.

Baca: Sudah Kerja Lama di Puskesmas Tapi Gaji di Bawah UMK?

”Pertukaran nakes antarnegara ada persyaratan evaluasi kompetensi, baik nakes kita yang keluar negeri atau nakes luar masuk ke Indonesia,” ucap Usman. (Destur/jpnn)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker