Sudah Kerja Lama di Puskesmas Tapi Gaji di Bawah UMK? Temannya Banyak Kok

0

Senyumperawat.com – Masalah lain yang kerap muncul dan menyebabkan pelayanan puskesmas tidak optimal adalah minimnya gaji tenaga kesehatan. Makin banyak tenaga kesehatan yang menerima gaji di bawah UMK di sebuah provinsi, cenderung tinggi pula angka kesenjangan penghasilan di provinsi tersebut.

Kesenjangan nampak pada status kepegawaian dan kategori pekerjaan tenaga kesehatan. Misal, kesenjangan antara dokter PNS dengan status pegawai tidak tetap pusat atau perawat PNS dan perawat honorer.

Risnakes menunjukkan 34,5 persen tenaga kesehatan menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tenaga kesehatan tersebut meliputi dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, dan tenaga farmasi.

Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan persentase tenaga kesehatan dengan upah di bawah UMK paling tinggi, 61,2 persen. Di provinsi tersebut, angka kesenjangan pun tinggi, yakni 68,1 persen.

Hal yang serupa terjadi di provinsi lain seperti Kalimantan Timur dengan angka kesenjangan 67,8 persen, Aceh sebanyak 67,4 persen, dan Lampung 69,4 persen.

“Gaji bahkan pernah terlambat dibayar sampai dua bulan. Kalau saya dulu di Kabupaten Waropen, Papua, malah pernah terlambat sampai lima bulan,” ujar Ninik.

Problem Klasik Tenaga Kesehatan di Puskesmas
Gambar: Beritagar.id

Berbeda dengan kondisi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa, sedikit pegawai di Pulau Jawa terutama DKI Jakarta yang menerima upah di bawah UMK yakni sebanyak 0,3 persen. Artinya, hak gaji sesuai standar sudah terpenuhi untuk hampir seluruh tenaga kesehatan di ibu kota negara ini. Meski demikian, masih ditemukan kesenjangan 13,4 persen di kalangan tenaga kesehatan terkait ketimpangan jumlah gaji.

Mereka yang tidak terpenuhi gajinya sesuai standar UMK masing-masing daerah, cenderung merasa biaya pengeluaran bulanan tidak terpenuhi. Sekitar 56 persen tenaga kesehatan baik di puskesmas rawat inap maupun non-rawat inap beranggapan pengeluaran mereka melebihi pendapatan yang diterima saban bulan. (Beritagar/Destur)

loading...

Tinggalkan Komentar