Solusi Defisit BPJS dan Beban Hidup Perawat Versi Prabowo

0
Solusi Defisit BPJS dan Beban Hidup Perawat Versi Prabowo

Senyumperawat.com – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berjanji akan mengatasi persoalan defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bila dipercaya memimpin Indonesia dalam kontestasi Pilpres 2019. Untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan itu, Prabowo mengatakan akan membenahi sektor investasi agar hasil pengelolaan kekayaan alam nasional bisa diinvestasikan di dalam negeri.

”Uang Indonesia banyak mengalir keluar, sehingga kita harus kelola ekonomi kita dengan baik agar kita bisa perbaiki (BPJS) kesehatan, rumah sakit, sekolah, gaji-gaji, semua harus diperbaiki,” kata Prabowo dalam sambutannya di acara Dialog Silaturahmi Paslon Presiden dan Wapres bersama Komunitas Kesehatan, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/2).


Baca juga: Tenaga Kesehatan Digaji di Bawah UMR, Siapa yang Lebih Peduli? Jokowi/Prabowo/Sandiuno


Prabowo juga berjanji akan memberantas praktik korupsi guna mengatasi kebocoran anggaran. Caranya, dia akan memperbaiki gaji para birokrat, pejabat negara dan kepala daerah.

”Kalau kita mau korupsi hilang, gaji semua pejabat, semua birokrasi harus diperbaiki,” katanya. ”Kita harus perjuangkan itu.”

Prabowo yang berpasangan dengan cawapres Sandiaga Uno ini mengaku sering mendapatkan masukan dan laporan terkait sejumlah persoalan di bidang kesehatan. Selain masalah BPJS Kesehatan, ia mendapat keluhan soal pelayanan kesehatan berkualitas yang tidak dirasakan oleh masyarakat miskin.


Baca juga: Memperbaiki Gaji Perawat, Begitu Janji Prabowo-Sandi Saat Pidato


Prabowo juga mengaku mendapat keluhan soal beban hidup para dokter serta perawat. Dan, menurut Prabowo, semua persoalan tersebut terjadi karena negara tidak dikelola dengan baik.

Kegiatan dialog yang dihadiri Prabowo ini diprakarsai oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Ada juga Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). (Republika/Destur)

Tinggalkan Komentar