Prosedur Pemasangan Infus Kepada Pasien

Senyumperawat.com – Di rumah sakit dan klinik pasti kita jumpai ada banyak SOP. Salah satunya prosedur pemasangan infus yang ditempel di dinding atau diarsipkan. Pemasangan infus sendiri dimaksudkan untuk pemenuhan nutrisi pengganti selama pasien mengalami masalah pada organ pencernaan. Fungsi lainnya untuk mempermudah pemberian obat melalui IV (intravena).

Secara sederhana, infus dipasang dengan menggunakan jarum khusus. Biasanya disebut dengan istilah Abbocath. Jarum yang terdiri dari dua lapisan dengan bagian ujung lancip untuk ditusukkan pada lapisan jaringan kulit. Kemudian ada konektor di bagian belakang yang akan dihubungkan dengan selang infus set.

Baca juga:

Lokasi pemasangan infus

Lokasi pemasangan infus secara umum paling sering digunakan adalah pada punggung telapak tangan. Selain itu, kadang pula dipasang di lengan. Bagian kaki juga bisa dijadikan lokasi pemasangan infus pada kondisi tertentu. Pada kondisi pasien yang membutuhkan suplai cairan yang langsung menuju jantung, terkadang digunakan juga CVP (Central Venous Pressure).

Berikut lokasi pemasangan infus yang biasa digunakan:
  • Vena digitalis mengalir sepanjang sisi lateral jari tangan dan dihubungkan ke vena dorsalis oleh cabang-cabang penyambung.
    – Keuntungan: kadang-kadang hanya vena yang tersedia, yang dengan mudah difiksasi dengan spatel lidah yang dibalut dengan perban.
    – Kerugian :hanya kateter yang berukuran kecil dapat digunakan, mudah terjadi infiltrasi, tidak cocok untuk terapi jangka panjang.
  • Vena dorsalis superfisialis (metakarpal atau tangan) berasal dari gabungan vena digitalis.
    – Keuntungan: memungkinkan pergerakan lengan, mudah dilihat dan di palpasi, tulang-tulang dengan membelat kateter.
    – Kerugian: pasien-pasien yang aktif dapat mengeser kateter, balutan menjadi mudah basah dengan mencuci tangan, tempat penusukan IV akan macet jika penahan pergelangan tangan di pasang.
  • Vena sefalika terletak di lengan bagian bawah pada posisi radial lengan (ibu jari). Vena ini berjalan ke atas sepanjang bagian luar dari lengan bawah dalam region antekubiti. Vena sefalika lebih kecil dan biasanya lebih melengkung dari vena basilika.
    – Keuntungan: dapat menggunakan kateter ukuran bsar untuk infus yang cepat, dibelat oleh tulang-tulang lengan, pilihan yang baik untuk infus larutan yang mengiritasi.
    – Kerugian: lebih melengkung daripada vena basilika; ini biasanya merupakan kerugian hanya bila memasang kateter yang lebih panjang.
  • Vena basilika ditemukan pada sisi ulnaris lengan bawah, berjalan ke atas pada bagian posterior atau belakang lengan dan kemudian melengkung ke arah permukaan anterior atau region antekubiti. Vena ini kemudian berjalan lurus ke atas dan memasuki jaringan yang lebih dalam.
    – Keuntungan: sama seperti vena sefalika, biasanya lebih lurus dari vena sefalika
    – Kerugian: cenderung berputar; posisi pasien mungkin agak kikuk selama pungsi vena.
  • Vena mediana/antekubiti berasal dari vena lengan bawah dan umumnya terbagi dalam dua pembuluh darah, satu berhubungan dengan vena basilika dan yang lainnya berhubungan dengan vena sefalika. Vena ini biasanya digunakan untuk pengambilan sampel darah.
    – Keuntungan: mudah dilakukan penusukan, besar, cenderung stabil.
    – Kerugian: dapat membatasi gerakanlengan pasien, sering diperlukan untuk pengambilan sampel darah

Tips memilih lokasi pemasangan infus

Dijelaskah oleh Dougherty, dkk ada beberapa pertimbangan dalam memilih lokasi pemasangan infus. Hal ini menjadi penting karena bagaimana pun tidak boleh asal dalam menentukan lokasinya. Terutama jika infus tersebut direncanakan akan dipasang dalam waktu lama.

  1. Umur pasien: misalnya pada anak kecil, pemilihan sisi adalah sangat penting dan mempengaruhi berapa lama intravena terakhir
  2. Prosedur yang diantisipasi: misalnya jika pasien harus menerima jenis terapi tertentu atau mengalami beberapa prosedur seperti pembedahan, pilih sisi yang tidak terpengaruh oleh apapun
  3. Aktivitas pasien: misalnya gelisah, bergerak, tak bergerak, perubahan tingkat kesadaran
  4. Jenis intravena: jenis larutan dan obat-obatan yang akan diberikan sering memaksa tempat-tempat yang optimum (misalnya hiperalimentasi adalah sangat mengiritasi vena-vena perifer)
  5. Durasi terapi intravena: terapi jangka panjang memerlukan pengukuran untuk memelihara vena; pilih vena yang akurat dan baik, rotasi sisi dengan hati-hati, rotasi sisi pungsi dari distal ke proksimal (misalnya mulai di tangan dan pindah ke lengan)
  6. Ketersediaan vena perifer bila sangat sedikit vena yang ada, pemilihan sisi dan rotasi yang berhati-hati menjadi sangat penting jika sedikit vena pengganti.
  7. Terapi intravena sebelumnya: flebitis sebelumnya membuat vena menjadi tidak baik untuk di gunakan, kemoterapi sering membuat vena menjadi buruk (misalnya mudah pecah atau sklerosis)
  8. Pembedahan sebelumnya: jangan gunakan ekstremitas yang terkena pada pasien dengan kelenjar limfe yang telah di angkat (misalnya pasien mastektomi) tanpa izin dari dokter
  9. Sakit sebelumnya: jangan gunakan ekstremitas yang sakit pada pasien dengan stroke
  10. Kesukaan pasien: jika mungkin, pertimbangkan kesukaan alami pasien untuk sebelah kiri atau kanan dan juga sisi.

Prosedur Pemasangan infus

Berikut ini contoh Standard Operating Procedure (SOP) pemasangan infus. Langkah-langkahnya antara lain:

  1. Mengucapkan basmalah (berdoa)
  2. Cuci tangan
  3. Siapkan alat
  4. Dekatkan alat
  5. Ucapkan salam
  6. Jelaskan kepada klien tentang prosedur dan sensasi yang akan dirasakan selama pemasangan infus
  7. Atur posisi pasien. Misalkan dengan berbaring.
  8. Siapkan cairan dengan menyambung botol cairan dengan selang infus dan gantungkan pada standar infus
    Menentukan area vena yang akan ditusuk
  9. Pasang alas.
  10. Pasang tourniquet pembendung ± 15 cm diatas vena yang akan ditusuk
  11. Pakai sarung tangan
  12. Desinfeksi area yang akan ditusuk dengan diameter 5-10 cm
  13. Tusukan IV catheter ke vena dengan jarum menghadap ke jantung
  14. Pastikan jarum IV masuk ke vena
  15. Sambungkan jarum IV dengan selang infus
  16. Lakukan fiksasi ujung jarum IV ditempat insersi
  17. Tutup area insersi dengan kasa kering kemudian plester
  18. Atur tetesan infus sesuai program medis
  19. Lepas sarung tangan
  20. Pasang label pelaksanaan tindakan yang berisi : nama pelaksana, tanggal dan jam pelaksanaan
    Bereskan alat.
  21. Sampaikan kepada pasien bahwa proses pemasangan sudah selesai.
  22. Ucapkan salam.
  23. Cuci tangan.
  24. Baca hamdalah.
  25. Observasi dan evaluasi respon pasien, catat pada dokumentasi keperawatan.

Kurang lebih seperti itu contoh prosedur pemasangan infus. Bisa dikembangkan sesuai dengan kebijakan instansi kesehatan tempat Anda bekerja.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker