Prinsip Tepat Dalam Pemberian Obat

0
Prinsip Tepat Dalam Pemberian Obat

Senyumperawat.com – Kita sudah mengenal sebenarnya tentang prinsip tepat dalam pemberian obat. Ada sebagian yang berpendapat 5 benar. Ada pula yang menambahkan lagi dengan 6 benar. Kalau masih banyak, masih ada yang lagi 8 benar. Berapa pun itu, intinya adalah bagaimana seorang tenaga medis benar-benar fokus saat memberikan obat.

Prinsip dalam pemberian obat merupakan pedoman dasar sekaligus menjadi SOP (Standar Operasional Prosedur). Ketika terjadi kesalahan dalam memberikan obat tersebut, maka bisa saja fatal. Tergantung terapi yang diresepkan. Sebagai pengingat saja, tulisan ini mengulas singkat terkait prinsip tepat dalam pemberian obat tersebut.

Baca juga:

Prinsip Tepat dalam pemberian Obat

1. Tepat obat

Prinsip tepat yang pertama berkaitan dengan sediaan obat itu sendiri. Tenaga medis harus memastikan ada tidaknya alergi obat. Termasuk keluhan pasien. Label obat juga diperhatikan apakah sesuai dengan yang diresepkan. Interaksi obat satu dengan obat lain juga dipertimbangkan. Kemudian efek samping yang mungkin terjadi baiknya diantisipasi.

2. Tepat dosis

Menjadi penting untuk diperhatikan. Cek kembali hasil hitungan dosis dengan perawat lainnya jika diperlukan.

3. Tepat waktu

Pastikan obat yang diberikan memang pada waktu yang tepat. Kemudian lihat waktu kadaluarsa obat tersebut. Termasuk ketika obat itu harus dimasukkan melalui IV (intravena) atau infus, durasinya harus habis dalam berapa jam. Maka hitungan tetesan infus juga harus tepat sesuai ukurannya.

4. Tepat pasien

Ini akan menjadi masalah baru jika misalkan Anda salah pasien. Kelompokkan obat sesuai nama pasiennya. Panggil nama pasien ketika memberikan. Bila ada kesamaan nama antar pasien, cocokkan kembali nomor rekam mediknya (RM).

5. Tepat informasi

Ketika pasien sudah dipastikan tepat, maka informasi seputar obat itu harus disampaikan pada pasien. Terkait indikasi kenapa diberikan. Obat itu fungsinya untuk apa termasuk efek samping yang mungkin dirasakan pasien.

6. Tepat cara pemberian obatnya

Penting untuk mengatahui cara memberikan obat. Jangan sampai obat yang mestinya supositoria justru dimintakan pada pasien untuk meminumnya melalui oral.

7. Tepat dokumentasi

Hasil dokumentasi dari pemberian obat, harus segera dimasukkan dalam catatan pasien. Hal ini akan menjadi pertimbangan dokter dalam evaluasi berikutnya.

 

loading...

Tinggalkan Komentar