PPNI Malut Akan Mulai Launching Program Satu Desa Satu Perawat

0
PPNI Malut Akan Mulai Launching Program Satu Desa Satu Perawat

Senyumperawat.com – Akhir tahun 2018 lalu, PPNI Pusat berhasil berjumpa dengan presiden Joko Widodo. Salah satu tema yang dibahas kala itu adalah program “Satu Desa Satu Perawat”. Tampaknya mendapatkan angin segar dari presiden. Menurut kabar yang beredar, nantinya upah bagi perawat yang ditugaskan akan dibebankan pada pemerintah daerah setempat.

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Perawat ke-45 pada 17 Maret mendatang. DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Maluku Utara (Malut) akan mengajarkan masyarakat cara menangani henti jantung. “ Ini sangat penting untuk diketahui masyarakat,” kata Sekretaris DPW PPNI Malut, Chandra Makassar, S.Kep., Ns, Sabtu (2/3) seperti diberitakan Malutpost.

HUT perawat akan digelar di Landmark Ternate. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan, mulai pagi harinya digelar senam dan periksa kesehatan, selanjutnya sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Seperti orang yang jantungnya terhenti karena tenggelam atau orang yang kecelakaan, dan tiba-tiba shock.

“Masyarakat Malut rata-rata tinggal di pesisir pantai, karena itu bagaimana cara menangani orang yang henti jantung karena tenggelam, seperti kemarin di pantai Sulamadaha itu sangat penting diketahui oleh masyarakat. Karena dengan begitu pengetahuan itu masyarakat dapat langsung melakukan pertolongan dini,” terangnya.

Sementara untuk acara malam berupa ramah-tamah keluarga perawat. Acara itu akan diisi dengan parodi temanya sesuai dari pusat yakni keluarga dan masyarakat hidup sehat bersama perawat. Edukasi tentang diabetes juga akan diselingi pada kegiatan malam itu. “Kami harap masyarakat bisa hadir dan berpartisipasi pada kegiatan ini,” harapnya.

PPNI Malut akan launching program satu desa satu perawat

Ketua DPW PPNI Malut, Muchlis Djailani, SE.,M. Kes mengatakan, pada peringatan HUT perawat itu juga akan di-launching program “satu desa satu perawat”. Program ini pernah dibuat para Bidan. Namun belum berjalan maksimal. “ Karena banyak bidan yang bertugas di desa akhirnya pindah sebab harus ikut suaminya,” tandasnya.

Program satu desa satu perawat ini, kata dia, akan dimatangkan dan dibicarakan bersama pemerintah, agar ada penyediaan anggaran dan fasilitas. “Kami berharap program ini bisa di-launching bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi. Program ini sangat tepat untuk melayani masyarakat di tiap desa,” tukasnya.

Ketua Panitia, Sumardi Hatim, S.Kep., Ns menambahkan, HUT perawat kali ini, PPNI Malut akan bersinergi dengan PPNI Pusat. Sesuai tema HUT, panitia telah berkoordinasi dengan beberapa pihak agar bisa mengumpulkan masyarakat terutama yang berkeluarga dalam jumlah cukup banyak untuk ikut berpartisipasi
dalam acara baik pagi maupun malam hari.

“Melalui HUT kali ini kami berharap, eksistensi perawat yang selama ini kesannya hanya konsen ke dunia kerja pada tempat atau institusi dia bernaung saja bisa berubah, sebab perawat juga bisa berada di tengah-tengah masyarakat bahkan bisa menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (Malutpost/Destur)

loading...

Tinggalkan Komentar