Perokok Dicintai Oleh Setan, Ini Buktinya!

0

Senyumperawat.com – Ternyata benar bahwa para perokok dicintai oleh setan. Hal ini diungkapkan sendiri oleh salah satu setan dalam video ruqyah ini. Selama ini memang masih ada perbedaan pendapat di kalangan ulama di Indonesia. Ada yang menyatakan rokok itu hukumnya haram. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa rokok itu makruh.

Fatwa rokok itu hukumnya haram sudah dikeluarkan secara resmi oleh beberapa Ormas Islam. Sebagian mengeluarkan fatwa haram tersebut berkaitan dengan kadar madhorot yang sangat berbahaya. Bahkan menurut WHO dan Kemenkes, merokok dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius. Bahkan angka kematian karena rokok pun terbilang tinggi di Indonesia.

Fatwa tentang hukum merokok dari Muhammadiyah

Difatwakan di Yogyakarta, pada hari Senin, 22 Rabiul Awal 1431 H bertepatan dengan 08 Maret 2010 M. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil keputusan dalam poin-poin di bawah ini.

Pertama: Amar Fatwa

  1. Wajib hukumnya mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya suatu kondisi hidup sehat yang merupakan hak setiap orang dan merupakan bagian dari tujuan syariah (maqoosiid asy-syarii‘ah);
  2. Merokok hukumnya adalah haram karena:
    • Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khaba-its yang dilarang dalam Q. 7: 157,
    • Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga oleh karena itu bertentangan dengan larangan al-Quran dalam Q. 2: 195 dan 4: 29,
    • Perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif dan berbahaya sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi dan oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadis Nabi saw bahwa tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain,
    • Rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh karena itu perbuatan merokok termasuk kategori melakukan suatu yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadis Nabi saw yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan.
    • Oleh karena merokok jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok, maka pembelajaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalam Q. 17: 26-27,
    • Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqoosid asy- syarii‘ah), yaitu (1) perlindungan agama (Hifz ad-diin), (2) perlindungan jiwa/raga (Hifz an-nafs), (3) perlindungan akal (Hifz al-‘aql), (4) perlindungan keluarga (Hifz an-nasl), dan (5) perlindungan harta (Hifz al-maal).
  3. Mereka yang belum atau tidak merokok wajib menghindarkan diri dan keluarganya dari percobaan merokok sesuai dengan Q. 66: 6 yang menyatakan, “Wahai orang-orang beriman hindarkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
  4. Mereka yang telah terlanjur menjadi perokok wajib melakukan upaya dan berusaha sesuai dengan kemampuannya untuk berhenti dari kebiasaan merokok dengan mengingat Q. 29: 69, “Dan orang-orang yang bersungguh- sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan- jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” dan Q. 2: 286, “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya; ia akan mendapat hasil apa yang ia usahakan dan memikul akibat perbuatan yang dia lakukan;” dan untuk itu pusat-pusat kesehatan di lingkungan Muhammadiyah harus mengupayakan adanya fasilitas untuk memberikan terapi guna membantu orang yang berupaya berhenti merokok.
  5. Fatwa ini diterapkan dengan mengingat prinsip at-tadriij (berangsur), at-taisiir (kemudahan), dan ‘adam al-haraj (tidak mempersulit).
  6. Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa-fatwa tentang merokok yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dinyatakan tidak berlaku.

Kedua: Tausiah

  1. Kepada Persyarikatan Muhammadiyah direkomendasikan agar berpartisipasi aktif dalam upaya pengendalian tembakau sebagai bagian dari upaya pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan dalam kerangka amar makruf nahi munkar.
  2. Seluruh fungsionaris pengurus Persyarikatan Muhammadiyah pada semua jajaran hendaknya menjadi teladan dalam upaya menciptakan masyarakat yang bebas dari bahaya rokok.
  3. Kepada pemerintah diharapkan untuk meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) guna penguatan landasan bagi upaya pengendalian tembakau dalam rangka pembangunan kesehatan masyarakat yang optimal, dan mengambil kebijakan yang konsisten dalam upaya pengendalian tembakau dengan meningkatkan cukai tembakau hingga pada batas tertinggi yang diizinkan undang-undang, dan melarang iklan rokok yang dapat merangsang generasi muda tunas bangsa untuk mencoba merokok, serta membantu dan memfasilitasi upaya diversifikasi dan alih usaha dan tanaman bagi petani tembakau.

[tds_note]Untuk fatwa lebih lengkapnya kami lampirkan di bawah.[/tds_note]

Para perokok dicintai oleh setan

Dalam video ruqyah di atas, setan yang mengaku dirinya raja setan pasar itu suka dengan rokok. Ia mempengaruhi orang untuk merokok. Kemudian ia yang menikmati asap rokoknya. Bahkan ia dan kawan-kawannya sesama setan mengaku sebagai oknum yang membisikkan hukum makruh soal rokok.

Lebih unik lagi, ternyata setan pula yang membisikkan kepada para perokok tentang ide-ide jika sudah merokok. Itu pula yang sering disampaikan oleh para perokok. Mereka mengaku bisa lebih encer otaknya mencari ide ketika merokok. Ketika seseorang merokok, maka asap itu akan menjadi makanan bagi setan. Lebih parahnya ketika sudah merokok itu tidak baik, menghisapnya pakai tangan kiri pula. Setan panen banyak dan kenyang pada waktu itu.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika para perokok merenungkan hal ini. Secara kesehatan rokok itu tidak memberikan kontribusi sama sekali kecuali kerusakan. Kerusakan pada tubuh itu termasuk dalam perbuatan zalim pada diri sendiri. Bukan hanya diri sendiri tapi juga orang lain disekitarnya yang terganggu.

Reporter: Destur
Source: Fatwa Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Video dr. Indra Permana

Lampiran Fatwa Hukum Merokok

Fatwa Hukum Merokok

Tinggalkan Komentar