Mengungkap “Ngenesnya” Gaji Dokter, Perawat dan Bidan di Indonesia Bersama dr. Makhyan Jibril

Senyumperawat.com – Data terkait survei gaji dokter, perawat dan bidan di tahun 2019 ini menjadi kabar hangat. Kabar ini akan semakin hangat dan mungkin semakin memanas dengan kontestasi Pilpres. Hal ini tentunya karena janji atau kebijakan Paslon nantinya akan menjadi penentu arah suara tenaga kesehatan.

Janji bukanlah sekedar janji, itu yang harus dipastikan. Masyarakat Indonesia sudah terlalu kenyang dengan janji para kontestan pemilu. Perpektif politik kini bukan lagi barang tabu sehingga masyarakat sudah cukup cerdas mana yang akan bisa mengayomi atau mana yang tak lagi dapat meyakinkan hati.

Isu hangat mirisnya gaji dokter, perawat dan bidan

Gaji dokter, perawat dan bidan menjadi bahasan utama dalam obrolan dua dokter muda di Youtube ini. Mereka adalah dr. Jibril dengan dr. Makhyan Jibril. Keduanya secara terbuka mengungkap betapa mirisnya gaji tenaga kesehatan di Indonesia. Tentunya dibandingkan dengan beban hidup yang harus ditanggung.

Tenaga kesehatan memang dituntut untuk ikhlas dalam mengobati. Tapi, dr. Makhyan mengingatkan bahwa tenaga kesehatan juga manusia. Mereka punya keluarga, perlu memenuhi kebutuhan hidup dan lain-lain.

Dengan gaji yang menurut survei yang viral awal tahun ini di bawah tukang parkir, itu jauh dari kelayakan bagi tenaga medis. Bagaimana tidak, tuntutan profesi berbeda dengan sekedar pemenuhan kebutuhan hidup. Banyak hal yang perlu dipenuhi dengan status profesi itu.

Seperti misalkan:

  1. Update ilmu dengan seminar yang biayanya mulai ratusan ribu hingga jutaan
  2. Memperpanjang STR yang mana juga membutuhkan SKP
  3. Dan lain sebagainya

Dalam video ini juga diulas beberapa survei pribadi dari dr. Makhyan. Ia mengungkapkan, temannya sendiri yang berprofesi sebagai dokter pun mengalami seperti apa yang diungkap oleh survei. Dituntut untuk bekerja penuh namun gajinya tak pernah penuh. Bahkan beberapa ada yang digaji sangat kecil bahkan tak termasuk untuk konsumsi seharian di tempat kerja.

Tak kalah miris ketika berbicara tentang gaji perawat. Masalah yang cukup klasik terjadi adalah masih adanya perawat yang mau-maunya bekerja sebagai TKS (Tenaga Kerja Sukarela). Hanya karena berangan nantinya akan diangkat PNS (Pegawai Negeri Sipil), mereka rela tak digaji layak bekerja di Puskesmas. Bahkan beberapa ada yang justru membayar untuk bisa menjadi TKS.

Beberapa teman dr. Makhyan pun dikisahkan ada yang sudah beralih profesi. Bisnis menjadi pilihan lain di tengah polemik itu. Bagaimana tidak, dengan bisnis itu justru mereka lebih bisa hidup layak.

Ini adalah momen baik untuk bangkit

Tenaga kesehatan perlu memanfaatkan momen ini untuk bangkit menuju kehidupan yang lebih layak. Salah satunya adalah memastikan Pilpres kali ini ada yang benar-benar mau menangkat isu seputar gaji dokter, perawat dan bidan. Bukan sekedar janji, tapi harus direalisasikan.

Reporter: Destur

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker