TKN Jokowi-Ma’ruf: Masalah Upah Tenaga Kesehatan Bisa Diselesaikan dengan Dana Desa

0
Masalah Upah Tenaga Kesehatan Bisa Diselesaikan dengan Dana Desa

Senyumperawat.com – Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadillah, mengungkapkan realita terkait minimnya tenaga kesehatan, khususnya perawat di Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari ratio perbandingan tenaga kesehatan per jumlah penduduk. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), ratio perawat di Indonesia berada di level 10:10.000.

“Kalau ratio kita masih kurang ya berdasarkan WHO, 10 berbanding 10.000 sekarang. Seharusnya 18 berbanding 10.000,” kata dia, dalam diskusi, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Baca: Surat Tanda Registrasi (STR) Dianggap Sebagai “Pembunuh” Oleh Mahasiswa Kesehatan

Menurut dia, situasi tersebut tidak berarti Indonesia kekurangan pasokan tenaga perawat. Sebab, setiap tahun pasokan perawat baru dengan pertumbuhan 100.000 per tahun.

Selain itu, terdapat pula tenaga kesehatan yang saat ini masih berstatus tenaga sukarela ataupun honorer. Jika mereka dapat direkrut, maka masalah kekurangan tenaga kesehatan dapat diatasi.

“Banyak tenaga sukarela, tenaga honorer, tarik saja jadi perawat desa,” tandasnya.

Baca: Rumus Baxter Untuk Menghitung Kebutuhan Cairan Pasien Luka bakar

Wakil Direktur Konten TKN Jokowi-Ma’ruf, Rabin Hattari, mengatakan seharusnya masalah terkait kekurangan tenaga kesehatan sekaligus upah bagi tenaga kesehatan di desa dapat diselesaikan dengan dana desa.

“Dana desa, terutama untuk tenaga kerja kesehatan di desa. Kami melihat mungkin peran pendanaan tenaga kerja bisa dari dana desa,” ungkapnya.

Baca: Lulus Kuliah Keperawatan & Kebidanan Itu Tak Mudah, Eh Masa Gajinya Rp 50 Ribu Sebulan

Dana desa, kata dia, ditujukan untuk menjalankan berbagai program yang ada di desa termasuk penyediaan tenaga kesehatan seperti perawat. Karena itu, masyarakat mesti aktif menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang ada, agar pemanfaatan dana desa dapat lebih optimal. (Merdeka/Destur)

Tinggalkan Komentar