Lulus Perawat Jadi Pengangguran, Lulus SMA Dijamin Gaji Pakai Kartu Pra-Kerja Presiden

0
Lulus Perawat Jadi Pengangguran, Lulus SMA Dijamin Gaji Pakai Kartu Pra-Kerja Presiden

Senyumperawat.com – Banyak sekali lulusan perawat jadi pengangguran. Bahkan kepala BNP2TKI pernah menyebutkan data yang mencengangkan. Puluhan ribu perawat jadi pengangguran setelah mereka lulus. Banyak alasannya, mulai dari sistem yang mempersulit hingga lowongan kerja yang sedikit.

Jumlah lulusan perawat tidak seimbang dengan jumlah lowongan kerja perawat. Hal ini diungkapkan sendiri oleh kepala BNP2TKI, Nusron Wahid. Instanti pendidikan yang mencetak perawat hampir mencapai 1000 di Indonesia. Dalam artian ada puluhan ribu calon pengangguran tiap tahun untuk profesi perawat.

Lowongan kerja perawat masih kurang Lowongan kerja perawat masih sangat kurang di tanah air. Berdasarkan data BNP2TKI, setiap tahun terdapat lulusan tenaga perawat sebanyak 43.150 orang dari 863 institusi pendidikan perawat di Tanah Air.

Data juga menunjukkan lowongan kerja perawat yang tersedia di dalam negeri berkisar 14.000 hingga 15.000 lowongan. Dengan demikian, lanjut dia, masih ada lulusan tenaga perawat yang mencapai 28.000 orang per tahunnya belum mendapatkan pekerjaan atau menganggur.

Presiden jamin gaji pengangguran lulusan SMA/SMK

Presiden atau Calon Presiden Jokowi berjanji akan membagikan kartu Pra-Kerja kepada masyarakat lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan setaranya jika terpilih kembali.

Kartu Pra-Kerja menjadi satu dari tiga kartu ‘sakti’ yang dicanangkan oleh capres petahana ini. Salah satu yang dijanjikan dari kartu ini adalah nantinya pemegang kartu yang notabene pengangguran akan digaji oleh pemerintah.

Baca juga: Dilema Lulusan Keperawatan, Selamat Datang di Dunia Pengangguran

Penting kah rencana kebijakan kartu pra-kerja?

Menanggapi itu, Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai kebijakan tersebut tidak efektif dalam menekan pengangguran khususnya lulusan SMK dan setingkatnya.

“Jadi yang lebih urgent dilakukan oleh pemerintah semestinya mendorong penyediaan lapangan kerja formal sebanyak-banyaknya, khususnya untuk bisa menyerap penganggur muda yang persentasenya paling tinggi ini,” kata Faisal saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Dengan kartu Pra-Kerja, capres petahana ini menjanjikan akan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan industri. Setelah dilatih, akan lebih mudah masuk ke dunia industri. Kartu itu disebut akan mempermudah mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Perawat Sandra: Sudah kuliah kesehatan mahal-mahal tapi ujung-ujungnya jadi pengangguran juga

Tidak hanya itu, pemegang kartu Pra-Kerja juga bisa digaji meski belum mendapat pekerjaan. Menurut Faisal, hal ini justru tidak efektif dalam menekan angka pengangguran lulusan SMK dan setingkatnya.

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK sebesar 11,24% per Agustus 2018. Angka in jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,34% per Agustus 2018.

Oleh karena itu, kata Faisal, lebih efektif jika pemerintah membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk menyerap lulusan SMK yang masih menganggur.

Baca juga: Susah Cari Kerja Karena STR, Perawat Ini Jadi Pengangguran Setelah Lulus

“Hanya dengan memberikan bantuan uang (kartu) tidak akan efektif jika penyediaan lapangan kerjanya juga terbatas,” ungkap dia.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat membahas keuntungan memiliki Kartu Pra-Kerja.

Jokowi mengatakan kartu tersebut sangat baik untuk muda-mudi yang baru lulus SMA. Juga sudah diberi pelatihan namun belum dapat kerja, para muda-mudi ini bakal digaji.

Baca juga: Lowongan Kerja Perawat Dalam Negeri Masih Kurang, 28 Ribu Perawat Jadi Pengangguran Per Tahun

“Kan sudah dilatih sesuai bidang masing-masing. Namun, jika masih belum dapat kerja, kita akan berikan gaji, tapi besarannya berapa, itu masih dirahasiakan,” kata Jokowi. (Detik/Destur)

Tinggalkan Komentar