Tips Perawatan Payudara Sejak Gadis

0
Tips Perawatan Payudara Sejak Gadis

Senyumperawat.com – Perawatan payudara sejak gadis adalah satu bentuk tindakan dini meningkatkan percaya diri. Buah dada (payudara) adalah salah satu organ reproduksi wanita, yang mana memiliki fungsi dalam memenuhi asupan gizi bayi baru lahir.

Organ yang menjadi citra tubuh ini sangat menunjang kepercayaan diri sebagai wanita. Namun, kebanyakan dari seluruh wanita di Indonesia belum memahami cara perawatannya, lebih daripada itu, sebagian menganggap bahwa perawatan payudara sejak gadis tidak begitu diperhatikan.

“Untuk apa? Kan nggak kenapa-napa, buat apa dirawat? Kecuali kalau sedang hamil atau pasca melahirkan, mungkin perlu perawatan.” Kata seorang teman sejawatku saat ditanya dalam obrolan ringan sambil mengoplos obat.

Betul, dan sangat tepat memang kalau perawatan payudara saat mengandung adalah cara menghindari masalah yang tidak diinginkan setelah melahirkan.

Namun, bukankah setiap bulan para wanita mengalami menstruasi?

Mestruasi adalah waktu dimana sel telur yang siap dibuahi menjadi luluh lantak karena tidak ada sperma yang membuahi. Pada fase pre mestruasi pun ada beberapa perubahan pada kulit wanita, walaupun memang tidak semua sama keluhannya. Tetapi, kalau saja bisa lebih memperhatikan kulit saat datang bulan menjelang tiba dan kulit saat tidak menstruasi, tentu akan mengakui perbedaan itu.

Bukan hanya suhu pada kulit saat menjelang menstruasi, tekstur kulit pun sedikit lebih kering dari biasanya. Untuk itu, selalu buat catatan pada kalender ketika mestruasi. Sehingga, bulan berikutnya dapat mengetahui 3 hari sebelum datang bulan tiba.

Cara pertama yang dilakukan adalah dengan memberi minyak zaitun pada area payudara dan sekitarnya. Sehingga ketika hormon estrogen meningkatkan lebih tinggi, buah dada tampak lebih bulat, mengkilat dan indah. Teksturnya pun lebih kenyal dan lembut.

Bagaimana kalau menggunakan yang lain? Boleh, namun tidak terlalu mengkilat. “Malah terlihat kusam.” Kata ibu satu anak yang diwawancarai.

Penulis: Zr. Runekaf
Editor: Destur

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.