Teknik Stimulasi Supaya Anak Cepat Bicara

Ilustrasi ayah membacakan cerita pada anak. Foto: steinhardt.nyu.edu

Senyumperawat.com – Ada beberapa teknik yang bisa diterapkan supaya anak cepat bicara. Tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama dalam perkembangan wicara. Maka dari di beberapa tempat sampai ada klinik terapi wicara. Sebagai orang tua, sudah selayaknya mengetahui bagaimana teknik supaya anak cepat bicara.

Kunci pertama yang perlu dipahami bahwasanya setiap penyakit pasti ada obatnya. Allah yang menurunkan penyakit pasti pula menurunkan obatnya. Perkara anak sulit bicara, memang ada banyak faktor yang melatarbelakangi. Namun menurut banyak testomoni, Al Quran selalu menjadi solusi dari semua itu.

Al Quran solusi pertama supaya anak cepat bicara

Banyak anak yang sejak dalam kandungan sudah diperdengarkan dengan ayat Al Quran. Kemudian setelah lahir, ia juga sering diperdengarkan Al Quran. Bahkan, dalam hampir seluruh aktivitasnya tidak jauh dari lantunan ayat Al Quran. Hasilnya, anak menjadi mudah menghafal Al Quran. Bahkan melantunkannya pun baginya begitu melekat dalam hati.

Dalam salah satu ceramah Ustadz Adi Hidayat, yang disiarkan dalam Akhyar Tv pun menghadirkan fakta mengejutkan. Ada seorang anak yang dari lahir didiagnosis mengalami kekurangan. Namun karena orang tua rajin memperdengarkan ayat Al Quran bahkan sehari bisa 1 juz, pertolongan Allah hadir. Bukan hanya kemampuan bicaranya yang lebih cepat, tapi kemampuannya menghafal juga lebih baik.

Berkenaan dengan perkembangan anak

Kemampuan berbicara, tentu erat kaitannya dengan kemampuan anak menyerap kosa kata. Maka tidak heran banyak orang tua kita yang menganjurkan untuk selalu mengajak bicara anak. Walaupun sedang mengganti popok, menyuapi saat makan hingga ketika memandikan. Semuanya adalah waktu-waktu yang bagus untuk memberi stimulasi supaya anak cepat bicara.

Mengajak anak untuk bersosialisasi juga sangat baik. Itu akan merangsang otaknya untuk menangkap kosa kata yang diucapkan saat mengobrol. Misalkan ketika pagi mengajak anak untuk jalan-jalan. Kemudian diperkenalkan dengan orang sekitar. Jadi sebenarnya begitu banyak cara yang bisa diterapkan.

Kemampuan otak anak itu butuh untuk dirangsang. Pemenuhan nutrisi otak sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya. ASI menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya menjaga tumbuh kembang itu. Stimulasi dari luar juga akan berperan banyak. Salah satunya stimulasi verbal.

Teknik stimulasi bicara pada anak

Tidak sulit untuk mempraktikkan teknik-teknik ini. Sebab, sebenarnya Anda sudah biasa melakukan. Namun mungkin perlu lebih intens ketika berkenaan dengan stimulasi anak.

1. Merubah gaya komunikasi

Anda juga harus sedikit mengubah gaya Anda selama ini jika Anda termasuk seorang pendiam. Butuh sedikit sentuhan yakni membiasakan diri Anda untuk berkomunikasi dengan si kecil.

2. Ajak anak bersosialisasi

Dengan mengembangkan kemampuan bersosial anak, ia akan semakin percaya diri. Kemampuan ia untuk berkomunikasi untuk akan lebih baik. Ajak anak jalan-jalan lalu berkenalan dengan anak yang lain.

3. Memberikan buku bacaan atau membacakan cerita

Salah satu kebiasaan baik yang diajarkan oleh orang tua di Aceh kepada anaknya adalah membacakan hikayat perang sabil. Dengan itu anak-anak memiliki imajinasi yang baik. Ia juga akan menangkap kosa kata yang disampaikan. Tidak kalah penting pula untuk menceritakan tentang Rosulullah dan para sahabat. Ia akan juga bisa menangkap kebaikan karakterk-karakter yang dicontohkan oleh generasi terbaik itu.

4. Memanfaatkan media audio visual

Zaman sekarang media begitu berkembang. Salah satunya bisa digunakan untuk media pembalajaran. Misalkan, ajak anak untuk menonton film yang bersifat edukasi. Sekarang banyak film kartun yang berisi pendidikan. Baik pendidikan agama, matematika, mengasah motorik dan lain sebagainya.

5. Ajak anak bermain sambil menghafal kosa kata

Bermain tebak-tebakan nama hewan bisa jadi contohnya. Bisa juga dengan menyusun huruf menjadi sebuah kata. Selain lebih bersemangat, si kecil juga akan merasa lebih bahagia. Apabila ini dilakukan dengan rutin dengan lambat laun si kecil akan menirukan lirik lagu dan nada yang sering didengarkannya. Selain itu, Anda dapat mengajak anak anda bermain dengan gambar atau benda yang memiliki bentuk serta gambar yang menarik. Anda dapat mengajak si kecil bermain tebak-tebakan anggota tubuhnya. Contohnya, dengan bertanya dimana letak mata, mulut, kuping ataupun hidung.

6. Hindari mengikuti gaya bicara bayi

Repot kalau orang tua terbiasa latah justru pakai bahaya bayi. Akan lebih baik saat bicara dengan anak yang masih belajar bicara, ajarkan ia melafalkan kalimat dengan benar.

7. Ajak anak mengobrol

Mungkin ia belum bisa menanggapi tiap kalimat Anda. Tapi kadang ia akan menirukan bagaimana lisan Anda mengucapkannya. Ajak ia untuk mengobrol kala Anda bersamanya.

8. Jangan pernah memotong kalimatnya

Ketika anak sedang berbicara, seberapapun sulitnya dimengerti, jangan dipotong. Biarkan ia menyelesaikan kalimatnya. Baru jika ada yang belum benar, Anda bisa ajarkan bagaimana penyebutannya yang benar.

9. Berikan pujian padanya

Ketika si kecil berhasil menyebutkan kata, meskipun hanya kata-kata yang sederhana, anda tetap harus memberikannya pujian. Dengan demikian si kecil akan merasa diharagai dan ia akan berusaha untuk mengeluarkan kata yang lainnya.

Mengapa anak perempuan lebih cepat belajar berbicara?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris menyatakan fakta yang unik. Bahwa anak perempuan mempunyai kosakata secara signifikan lebih besar dibandingkan dengan anak laki-laki. Khususnya pada rentang usia 18 bulan hingga 24 bulan.

Pasalnya, otak bayi perempuan baru lahir akan lebih berkembang pada bagian yang mengatur kemampuan bahasa dan bicaranya. Selain itu, bayi perempuan lebih tertarik melihat wajah orang dibandingkan dengan benda-benda yang bergerak. Sehingga meraka akan cepat belajar meniru apa yang orang katakan atau lakukan.

Berdasarkan psikolog dari Univerity of Cambridge, anak laki-laki lebih suka menonton gerakan mekanis dibandingkan dengan gerakan manusia. Karena hal inilah mereka lebih suka mainan seperti pesawat, kereta api, bola dan mobil-mobilan dibandingkan dengan boneka yang tidak bisa bergerak. Anak laki-laki rata-rata lebih mahir dalam melacak benda bergerak, serta lebih mudah belajar mengenai hukum gerakan.

Penelitian yang lain juga menunjukan, bahwa bayi perempuan yang terekspos oleh level hormon testosteron sama dengan bayi laki-laki saat berada dalam kandungan, maka ia akan memilih jenis mainan yang sama.

Perlu diingat bahwa jenis kelamin anak bukan patokan kecepatan tumbuh kembangnya. Tiap bayi memiliki perbedaan terhadap kecepatan perkembangannya. Pengaruh terbesar terhadap perkembangan bahasa bayi yaitu seberapa banyak anak di ajak berbicara.

loading...

This website uses cookies.