Syarat Menjadi Perawat ke Jepang & Estimasi Biayanya, Jika Berencana Berangkat 2020

0
Syarat Menjadi Perawat ke Jepang & Estimasi Biayanya, Jika Berencana Berangkat 2020
Ruang IGD Rumah Sakit Hiroo di Tokyo, Japan. (Foto: Shoottokyo)

Senyumperawat.com – Syarat menjadi perawat ke Jepang dari tahun ke tahun tidak jauh beda. Oleh karenanya, untuk Anda para perawat yang berencana mendaftar di tahun 2019 bisa membaca ulasan berikut ini.

Ada dua persyaratan yang sedikit dibedakan antara D3 dengan S1 Ners. Syarat menjadi perawat ke Jepang untuk D3 keperawatan dikhususkan untuk merawat Lansia (Lanjut Usia). Berbeda dengan Ners yang akan ditempatkan di Rumah Sakit setempat.

Syarat-syarat menjadi perawat ke Jepang

Berikut ini rinciannya, silakan disimak baik-baik. Ada baiknya disiapkan selengkap-lengkapnya agar dikemudian hari juga lebih mudah.

a. Syarat Careworker (Kaigofukushishi)

  1. Berusia maksimal sampai dengan 35 tahun per 31 Mei 2018
  2. Pendidikan serendah-rendahnya D3 Keperawatan;
  3. Melampirkan Foto copy ijasah pendidikan dan transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose;
  4. Melampirkan surat pernyataan bersedia ditempatkan sebagai careworker/ kaigofukushishi di Jepang, ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer.

b. Syarat Khusus calon PMI Nurse (kangoshi)

  1. Berusia maksimal sampai dengan 35 tahun per 31 Mei 2018
  2. Pendidikan serendah-rendahnya D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau telah lulus S1 Keperawatan ditambah Profesi Ners;
  3. Pengalaman kerja 2 tahun, terhitung mulai tanggal terbit STR;
  4. Melampirkan Foto copy ijasah pendidikan dan transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose;
  5. Melampirkan foto copy Surat Tanda Registrasi (STR) dari Kemkes/MTKI dalam bahasa Indonesia dan bahasa
  6. Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose;
  7. Melampirkan surat keterangan pengalaman kerja atau surat keterangan kerja sebagai perawat sekurang-kurangnya 2 tahun komulatif per 31 Mei 2018.

c. Syarat Umum calon PMI Careworker dan calon PMI Nurse

  1. Foto copy KTP yang masih berlaku;
  2. Foto copy Paspor (jika ada);
  3. Foto copy Akte Kelahiran atau Surat Kenal Lahir;
  4. Foto copy Kartu Pencari Kerja/AK1 yang dilegalisir dengan cap basah atau embose;
  5. Asli Surat Ijin dari Orang Tua/Wali/Suami/Isteri yang ditandatangani diatas meterai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer wajib diketahui Lurah atau Kepala Desa;
  6. Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku;
  7. Pas Foto berwarna terbaru dengan latar belakang putih, menghadap kedepan dan tampak jelas dengan ukuran 3×4 Cm sebanyak 6 (enam) lembar;
  8. Bagi wanita tidak pernah bertato, dan laki-laki tidak pernah bertato dan tidak pernah bertindik;
  9. Membuat surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus matching yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh Orang Tua/Wali/Suami/Isteri;
  10. Membuat surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi apabila dalam proses penempatan ditemukan kasus yang diakibatkan oleh calon PMI sehingga calon PMI dikeluarkannya dari tempat pelatihan yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh Orang Tua/Wali/Suami/Isteri;
  11. Foto copy sertifikat kemampuan bahasa Jepang, bahasa Inggris atau bahasa lainnya dan sertifikat keterampilan lainnya (BCLS, BTLS, atau PPGD) bila ada.

Mekanisme pendaftaran

Pendaftaran calon PMI Kandidat Nurse dan calon PMI Kandidat Careworker dilakukan melalui online sistem di website BNP2TKI dengan mengisi data diri dan mengunggah (upload) dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, sebagai berikut:

Baca juga: Prestasi Perawat Indonesia di Jepang Patut di Acungi Jempol

a. Kandidat Nurse

  1. Scan KTP dalam extensi .jpg;
  2. Scan Paspor halaman data diri, halaman tandatangan pemegang, halaman catatan pengesahan (jika ada), dan halaman catatan resmi dalam extensi .pdf (jika ada);
  3. Scan Akte kelahiran dalam extensi .jpg;
  4. Scan Ijazah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam extensi .pdf;
  5. Scan Transkrip nilai pendidikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam extensi.pdf;
  6. Foto dalam extensi .jpg;
  7. Scan Surat Tanda registrasi Perawat dalam extensi .jpg.
  8. Scan Surat keterangan pengalaman kerja dalam extensi .pdf, dan;

b. Kandidat Careworker

  1. Scan KTP dalam extensi .jpg;
  2. Scan Paspor halaman data diri, halaman tandatangan pemegang, halaman catatan pengesahan (jika ada), dan halaman catatan resmi dalam extensi .pdf (jika ada);
  3. Scan Akte kelahiran dalam extensi .jpg;
  4. Scan Ijazah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam extensi .pdf;
  5. Scan Transkrip nilai pendidikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam extensi.pdf;

Catatan :

  1. Untuk ijazah dan Transkrip Nilai dalam bahasa Inggris yang tidak diterbitkan oleh Lembaga Pendidikan dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir oleh Penerjemah yang berstatus tersumpah dan fotokopinya dapat dilegalisir oleh Lembaga Penerjemah.
  2. Pendaftar harus menunjukkan dokumen asli dari persyaratan yang difotokopi saat verifikasi.
  3. Data pada KTP, Paspor, Ijazah dan Akte Kelahiran atau Akte Kenal Lahir harus sama, apabila terdapat perbedaan maka dapat dilakukan revisi pada dokumen yang dianggap paling benar.
  4. Semua fotokopi dalam ukuran normal dan menggunakan kertas A4.
  5. Untuk dokumen masing-masing 1 file dengan ukuran file dalam extensi .jpg maksimal 1 MB dan ukuran file dalam extensi. Pdf maksimal 3 MB.

Rincian biaya untuk menjadi perawat ke Jepang

Berikut ini rincian biaya yang mesti dibayar calon TKI perawat. Sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan fasilitas yang akan diterima. Sebab, konon kabarnya seluruh biaya mulai tes, pelatihan dan lain-lain ditanggung oleh pemerintah Jepang.

1. Biaya yang ditanggung oleh pemerintah Jepang

  1. Biaya tiket penerbangan dan airport tax dari Jakarta menuju ke Jepang;
  2. Biaya apply visa kerja di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta;
  3. Biaya pelatihan bahasa Jepang, Akomodasi dan konsumsi;
  4. Biaya medical check up dan biaya medical check up ulang, jika TKI memenuhi syarat dan berangkat;
  5. Allowance/tunjangan bagi TKI nurse dan careworker selama mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebesar US $ 10/hari

2. Biaya yang ditanggung oleh TKI perawat

  1. Tes Tertulis Kemampuan Keperawatan Rp. 250.000,- bagi CTKI yang lulus seleksi administrasi;
  2. Tes Psikologi Rp. 250.000,- bagi CTKI yang telah mengikuti tes kemampuan keperawatan;
  3. Medical Check Up (MCU) Rp. 1.000.000,- Bagi CTKI yang lulus Tes Tertulis Kemampuan Keperawatan dan Tes Psikolog
  4. Biaya MCU akan diganti oleh Pemerintah Jepang bilamana CTKI berangkat dan mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Jepang
  5. Medical Check Up (MCU) ulang Rp. 500.000, dilakukan pada saat mengikuti pelatihan Bahasa Jepang di Indonesia.
  6. Biaya MCU akan diganti oleh Pemerintah Jepang bilamana CTKI berangkat dan mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Jepang
  7. Biaya Asuransi Perlindungan Pra dan Purna Penempatan Rp. 100.000,- Bagi CTKI yang sudah menandatangani kontrak kerja
  8. Biaya Pre Departure Orientation (PDO) selama 3 (tiga) hari Rp. 600.000, Dilaksanakan sebelum keberangkatan ke Jepang.
  9. Total Bagi TKI yang berangkat bekerja ke Jepang Rp. 1.200.000,-

Total biaya tersebut dimuat dalam website resmi BNP2TKI untuk program perawat ke Jepang melalui G To G. Segera persiapkan diri untuk mempersiapkan biaya dan persyaratan bagi yang berniat untuk menjadi perawat di Jepang.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.