Satu Penyebab Perdarahan Saat Persalinan yang Menakutkan

0
Satu Penyebab Perdarahan Saat Persalinan yang Menakutkan

Senyumperawat.com – Salah satu penyebab perdarahan yang berbahaya adalah Solusio plasenta. Apa itu solusio plasenta, mungkin belum banyak ibu yang mengetahui. Solusio plasenta merupakan pemisahan prematur (sebelum waktunya) plasenta dari perlekatannya. Jadi ia sudah terlepas dari dinding rahim terlebih dahulu padahal belum saatnya ia lepas.

Ini adalah salah satu penyebab perdarahan saat persalinan di triwulan ketiga yang menyebabkan peningkatan angka kecacatan. Tak hanya kecacatan bahkan kematian janin. Di USA, frekuensi kejadian solusio plasenta adalah 1% dengan angka kematian janin 0,12% dari seluruh kehamilan. Komplikasi janin dan ibu yang dapat terjadi adalah operasi caesar, perdarahan/koagulopati, dan kelahiran prematur.

Seperti apa tanda anda dan gejala solusio plasenta?

Tanda dan gejala solusio plasenta yang paling tampak tentunya perdarahan. Khususnya perdarahan dari vagina berwarna merah terang atau merah gelap. Baik sedikit atau banyak, Anda harus tetap waspada.

Jumlah perdarahan tergantung pada:

  • Lokasi terlepasnya plasenta
  • Waktu yang dibutuhkan darah untuk keluar

Kondisi ini hilang timbul sesuai dengan kontraksi rahim (20% perdarahan tersembunyi di dalam rahim, tidak terjadi perdarahan pervaginam). Kontraksi rahim yang menimbulkan rasa nyeri. Shock (penurunan tekanan darah dan tingkat kesadaran). Perut terasa keras, denyut jantung janin tidak terdengar, dan penurunan gerak janin.

Pemeriksaan

Ada langkah pemeriksaan yang penting untuk dilakukan. Pemeriksaan USG (ultrasonografi) dapat mendeteksi solutio plasenta. Termasuk untuk membedakan dengan plasenta previa. Plasenta pervia adalah kondisi dimana plasenta berada pada lokasi yang tidak seharusnya. Misalnya yaitu di segmen rahim bagian bawah atau dekat dengan jalan lahir.

Terapi untuk kasus solusio plasenta

Terapi tokolitik (pengurangan kontraksi dengan obat-obatan) merupakan terapi konvensional yang bisa jadi pilihan. Terapi ini hanya dilakukan pada pasien dengan kondisi tertentu, yakni:

  • Kondisi hemodinamik stabil,
  • Kehamilan usia muda,
  • Tidak ada risiko bahaya pada janin,
  • Pada kasus dimana pemisahan plasenta hanya sebagian,
  • Kondisi janin yang diuntungkan dengan pematangan paru terlebih dahulu atau penundaan kelahiran hingga kehamilan 35 minggu.

Terapi konvensional ini harus sangat dipertimbangkan dan dievaluasi secara ketat. Alasannya karena gangguan pada ibu dan janin dapat terjadi dalam waktu singkat.

Terapi lainnya adalah melahirkan janin dengan syarat mengatasi kondisi umum dari ibu. Maksudnya agar stabil terlebih dahulu. Melahirkan pervaginam merupakan pilihan apabila janin meninggal di kandungan. Atau janin stabil dan tergantung dari kondisi hemodinamik ibu.

Operasi caesar terkadang diperlukan untuk stabilisasi kondisi ibu dan janin. Operasi ini dapat dipersulit dengan status gangguan koagulasi (pembekuan darah). Koagulasi akan membuat kondisi perdarahan sulit dihentikan.

Apabila perdarahan tidak dapat dikendalikan maka dapat dilakukan tindakan koreksi koagulopati. Tindakannya seperti pengikatan pembuluh darah rahim dan obat-obatan merangsang kontraksi rahim. Cara terakhir adalah histerektomi (pengangkatan rahim).

Tidak ada terapi yang dapat menghentikan plasenta dari robek atau terpisah dari dinding rahim. Tidak ada pula cara untuk melekatkannya kembali.

Apa penyebab solusio plasenta

Penyebab primernya masih belum diketahui. Namun kejadiannya melibatkan berbagai faktor yang berkaitan dengan:

  • Merokok. Meningkatkan 40% risiko solutio plasenta. Semakin banyak merokok semakin besar risiko solutio plasenta
  • Penggunaan narkotik. Risiko solutio plasenta berkisar 13-35% dan berkaitan dengan peningkatan dosis
  • Trauma. Trauma pada perut adalah faktor risiko mayor untuk solutio plasenta. Trauma dapat berkaitan dengan kekerasan rumah tangga dan kecelakaan kendaraan bermotor. Sabuk pengaman sebaiknya diletakkan di panggul (bawah perut), bukan di tengah perut
  • Faktor risiko lain seperti riwayat solutio plasenta sebelumnya, korioamnionitis (radang pada korion dan cairan ketuban), ketuban pecah dini (≥24jam), preeklampsia, nutrisi buruk, usia ibu ≥ 35 tahun, sosioekonomi rendah

Pencegahan perdarahan saat persalinan karena solusio plasenta

Ketika Anda sudah mengetahui penyebabnya, tentu cara paling efektif menghindarinya. Menghindari penyebab solusio plasenta bisa dikoreksi satu per satu. Jika masih belum ada bayangan lebih rinci tentang kasus ini, konsultasikan dengan tenaga kesehatan keluarga Anda.

Tinggalkan Komentar