Resiko Operasi Caesar yang Mesti Dipahami

0
Resiko Operasi Caesar yang Mesti Dipahami

Senyumperawat.com – Banyak pertimbangan jika memilih melahirkan caesar yang mana berarti Anda mesti paham resiko operasi caesar itu. Banyak ibu hamil yang minta dicaesar tanpa rekomendasi medis, diduga karena kurangnya informasi tentang hal itu. Padahal resiko operasi caesar cukup besar, banyak dan serius. Secara umum jauh lebih berbahaya dibanding persalinan normal. Selain itu yang harus memikul resiko itu tidak hanya ibu tetapi bayi juga.

Resiko operasi caesar

Sangat baik jika Anda adalah wanita, memahami apa saja resiko operasi caesar. Hal ini untuk memberikan Anda gambaran seperti apa dampaknya. Jangan mengambil pilihan yang sulit ketika memang tidak diperlukan. Kecuali jika dokter dengan segala pertimbangan daruratnya memberikan rekomendasi.

Beberapa di antara resiko melahirkan caesar antara lain:

1. Infeksi bekas luka jahitan

Infeksi luka akibat persalinan caesar berbeda dengan luka persalinan normal. Luka persalinan caesar lebih besar dan berlapis-lapis, bila penyembuhan tidak sempurna kuman lebih mudah menginfeksi sehingga luka jadi lebih parah. Bukan tak mungkin dilakukan jahit ulang.

2. Pembatasan kehamilan

Dulu, perempuan yang pernah melahirkan melalui operasi caesar hanya boleh melahirkan tiga kali. Kini dengan teknik operasi yang lebih baik, sang ibu memang boleh melahirkan lebih dari satu bahkan sampai lima kali. Tapi resiko dan komplikasinya makin berat.

3. Robeknya jahitan

Ada tujuh lapis jahitan yang dibuat saat operasi caesar, yaitu jahitan pada kulit, lapisan lemak, sarung otot, otot perut, lapisan dalam perut, lapisan luar rahim dan rahim. Jahitan rahim ini bisa sobek pada persalinan berikutnya. Makin sering menjalani operasi caesar, makin besar resiko terjadinya sobekan.

Setelah operasi caesar

Setelah Anda melalui operasi caesar, ada beberapa hal penting yang harus Anda ketahui. Di antaranya:

  • Menjaga kebersihan disekitar bekas jahitan.
  • Tiga hari setelah operasi, perban biasanya diganti dengan perban yang tahan air sehingga ibu dapat mandi. Sebelumnya, karena bekas jahitan tidak boleh kena air, biasanya cukup diseka saja badannya dengan air hangat.
  • Hindari melakukan aktivitas fisik yang terlalu berlebihan sebab jahitan di dalam belum kering sehingga masih terasa sakit.

Tinggalkan Komentar