Puskeshaji RI Buka 1.521 Rekrutmen TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) 2019

Senyumperawat.com – Di tahun 2019 ini, Puskeshaji (Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan) RI membuka rekrutmen TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia). Jumlahnya tidak sedikit, ada ribuan lowongan dibuka. Melalui seleksi yang ketat, diharapkan yang terpilih adalah mereka yang memiliki kompetensi yang baik.

Data pendaftar yang sudah masuk Puskeshaji berkisar 11.300 calon TKHI. Namun tenaga kesehatan yang akan dipilih hanya 1.800 kuota. Itu sudah termasuk dalam TKHI dan PPIH.

Untuk jumlah rekrutmen TKHI yang akan dipilih sebanyak 1.521 orang. Sedangkan PPIH Bidang kesehatan 306 orang, termasuk di dalamnya Tim Asistensi dan Manajerial. Terlihat memang belum ada penambahan petugas, masih sama seperti tahun 2018.

Baca juga: Mau Jadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI)? Ini Tahapan Pendaftarannya

Kapuskeshaji Eka Jusup Singka menyatakan bahwa proses rekruitmen mengacu kepada Permenkes Nomor 3 tahun 2018 tentang Rekruitmen PPIH, TKHI dan TPK (Tenaga Pendukung Kesehatan).

“Penentuannya sangat ketat karena jumlah kuota petugas terbatas. Penentuan petugas bukan atas dasar reward atau arisan,” ucap Eka di Jakarta.

Eka menambahkan, dalam Permenkes No. 3 Tahun 2018 pasal 9 disebutkan bahwa dalam hal dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan kesehatan haji, rekrutmen PPIH Arab Saudi bidang kesehatan, TKHI, dan TPK dapat dilakukan melalui penunjukan. Rekrutmen dengan penunjukan didasarkan pada kebutuhan operasional kesehatan haji dengan mempertimbangkan keahlian tertentu dan/atau pengalaman kerja sebagai petugas kesehatan haji, serta izin dari atasan petugas yang ditunjuk.

Baca juga: Persyaratan Mendaftar TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) Bagi Dokter dan Perawat, Bagaimana Kalau Bidan?

Sayangnya, tidak sedikit para kepala instansi atau Satuan Kerja (Satker) menganggap bahwa penentuannya didasarkan arisan, gantian.

Baca juga: Gaji Tenaga Kesehatan Haji Capai 70 Dollar Perhari Pada 2010, Bagaimana Tahun Ini?

“Bagi saya ini keliru. Harus diluruskan. Kita di sana itu kerja. Maka orang yang bagus kerjanya harusnya bisa diizinkan untuk kerja lagi,” tegas Eka.

Eka menambahkan bahwa petugas yang baik kerjanya akan amanah menjalankan tugasnya.

“Saya percaya yang baik kerjanya akan amanah menjalankan tugasnya. Karena mereka sudah paham yang akan mereka perbuat. Jadi beda nuansa reward dengan penetapan atau penugasan kembali karena petugas tersebut baik dalam bekerja. Ini yang harus diketahui oleh semua Nakes,” terang Kapuskeshaji.

Menurut Eka, rekruitmen tahun ini akan lebih diperketat dengan adanya mekanisme wawancara dan tes Napza yang dilakukan bersama RS Ketergantungan Obat (RSKO) di Cibubur, Jakarta. Selain itu tes kebugaran dan MMPI akan dilaksanakan saat pelatihan kompetensi. Kegiatan ini langsung dikelola oleh Puskeshaji.

Eka berharap, setelah terpilih petugas hendaknya kembali ke daerahnya untuk melaksanakan pembinaan kesehatan bagi jemaah haji yang akan berangkat haji tahun 2019.

“Semoga rekruitmen berjalan lancar dan dapat menciptakan petugas yang SHARI sigap, handal, amanah, responsif dan inovatif. Tugasku adalah ibadahku adalah slogan para Petugas kesehatan haji,” pungkas Kapuskeshaji.

Sumber: Berita dan foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker