Perlu Anda Pahami Jika Berencana Mendaftar Sebagai Perawat PPPK

0
Perlu Anda Pahami Jika Berencana Mendaftar Sebagai Perawat PPPK

Senyumperawat.com – Nasib perawat honorer kini diarahkan sebagai perawat PPPK. Tentu ada bedanya antara PNS dengan PPPK. Nah, sudahkah Anda memahami apa saja perbedaannya.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan perbedaan P3K dan PNS terletak pada masa kerja. “Masa kerja P3K lebih fleksibel,” katanya di kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 21 September tahun lalu.

Bima menuturkan, masa kerja P3K paling cepat adalah satu tahun. Pegawai tersebut bisa memperpanjang kinerjanya hingga satu tahun sebelum memasuki masa pensiun jabatan yang diemban. Tentu saja, setelah melalui evaluasi tiap tahunnya.

Bima mencontohkan, jabatan profesor harus pensiun pada usia 70 tahun. P3K yang lolos evaluasi bisa memperpanjang kontraknya hingga usia 69 tahun.

Masa jabatan satu tahun ini ditentukan berdasarkan anggaran. “Anggaran kita kan ditentukan setiap tahun,” ujarnya. Artinya, kebutuhan P3K setiap tahun disesuaikan dengan kemampuan finansial pemerintah.

Menurut Bima, masa jabatan yang fleksibel ini membuka ruang bagi tenaga ahli yang ingin mengabdi pada negara namun tak ingin terikat terlalu lama. “Misalnya dia profesor di perguruan tinggi luar negeri dan ingin membantu Indonesia tapi tidak mau lama-lama, bisa ikut P3K,” katanya.

Tidak mendapatkan jaminan pensiun

Selain masa jabatan, P3K dan PNS juga punya perbedaan dari segi keuangan. Bima menuturkan, P3K tidak mendapat jaminan pensiun dan hari tua. Penerimaan mereka tidak dipotong langsung untuk program tersebut layaknya PNS. Jika ingin mendapat uang pensiun, P3K dipersilakan mengikuti program tabungan pensiun.

Bima mengatakan pihaknya sudah bicara dengan PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) terkait dana pensiun P3K. Menurut dia, perusahaan pelat merah itu sudah siap.

Pemerintah saat ini sedang menggodok payung hukum P3K. Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menghitung kemampuan negara menerima P3K tahun ini. Setelahnya BKN, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB dan pihak lainnya akan kembali merumuskan aturan tersebut. “Saya berharap (aturannya terbit) tahun ini,” katanya dikutip dari laman Tempo.

Kurang lebih seperti itu gambaran umum bagi yang ingin mendaftar sebagai perawat PPPK. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan langkah.

Tinggalkan Komentar