Peran Perawat Dalam Program Desa Siaga

Senyumperawat.com – Peran perawat dalam aspek kesehatan memang sangat vital. Dalam praktiknya, khususnya di desa perannya sangat dibutuhkan sebenarnya. Namun mungkin perlu optimasi lebih baik dari pemerintah.

Persiapan implementasi ‘desa siaga’ yang telah dicanangkan oleh menteri kesehatan R.I. Hal ini merupakan kesempatan bagi semua jajaran termasuk seluruh tim kesehatan untuk bersama-sama mensukseskan program ini. Perawat yang merupakan tenaga kesehatan terbesar di tim pelayanan kesehatan yang seharusnya diperhitungkan untuk kesuksesan program ini.

Oleh karena itu makalah ini akan mengulas tentang bagaimana peran dan fungsi perawat dalam mempersiapkan pelaksanaan ‘desa siaga’ dalam rangka ikut menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bahaya-bahaya dalam kesehatannya.

Desa Siaga Sebagai Strategi Pelayanan Kesehatan

Visi yang digulirkan dalam Desa Siaga adalah masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat. Ada pun misinya adalah membuat rakyat sehat. Untuk pencapaian visi dan misi tersebut, strategi dibutuhkan agar menjadi terukur.

Strategi untuk mencapai Desa Siaga tersebut di antaranya:
  1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat;
  2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas;
  3. Meningkatkan system surveilans, monitoring dan informasi kesehatan;
  4. Meningkatkan pembiayaan kesehatan, dinyatakan bahwa Indonesia Sehat 2025 diharapkan masyarakat memiliki kemampuan menjangkau pelayana kesehatan yang bermutu dan juga memperoleh jaminan kesehatan. Masyarakat mendapatkan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya.

Pelayanan kesehatan bermutu adalah pelayanan kesehatan, yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi, termasuk pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat dan bencana. Sedangkan, perilaku masyarakat yang diharapkan dalam Indonesia Sehat 2025 adalah perilaku yang bersifat proaktif.

Proaktif untuk:
  1. Memelihara dan meningkatkan kesehatan,
  2. Mencegah risiko terjadinya penyakit,
  3. Melindungi diri dari ancaman penyakit dan masalah kesehatan lainnya,
  4. Sadar hukum,
  5. Berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat termasuk menyelenggarakan masyarakat sehat dan aman.

Pengertian dan Ciri-Ciri Desa Siaga

Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat. Pengertian Desa ini dapat berarti Kelurahan atau Nagari atau istilah-istilah lain bagi satuan administrasi pemerintah setingkat Desa.

Desa Siaga dapat dikatakan merekontruksi atau membangun kembali berbagai upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Desa Siaga juga merupakan revitalisasi PKMD yang merupakan pendekatan edukatif yang dewasa ini mulai dilupakan orang.

Pengembangan Desa Siaga sebenarnya upaya erajut berbagai upaya kesehatan berbasis masyarakat, dan membangun kembalikegotong-royongan kesehatan yang ada di desa. Serta membangun jejaring (networking) berbagai UKBM yang ada di desa. Desa Siaga yang menjadi embrio Desa sehat. Nantinya diharapkan dapat melengkapi komponen-komponennya yang terdiri dari adanya Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau UKBM lainnya.

Fungsinya antara lain:
  1. Mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat,
  2. Penerapan PHBS oleh masyarakat,
  3. Kesiapsiagaan masyarakat dalam Safe Community,
  4. Survailans kesehatan berbasis masyarakat,
  5. Pembiayaan kesehatan yang berbasis masyarakat.
Ciri-ciri Desa Siaga antara lain:
  1. Memiliki pemimpin dan atau tokoh masyarakat yang peduli kepada kesehatan
  2. Memiliki organisasi kemasyarakatan yang peduli kepada kesehatan masyarakat desa
  3. Memiliki berbagai upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM)
  4. Memiliki Poskesdes yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar,
  5. Memiiki sistem surveilans (penyakit, gizi, kesling dan PHBS) yang berbasis masyarakat
  6. Memiliki sistem pelayanan kegawat-daruratan (safe community) yang berfungsi dengan baik
  7. Memiliki sistem pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat (mandiri) dalam pembiayaan kesehatan seperti adanya Tabulin, Dasolin, Dana Sehat, dana Sosial Keagamaan dan lain-lain)
  8. Masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Peran perawat dalam pelaksanaan Desa Siaga

Perawat sebagai ujung tombak tenaga kesehatan dimasyarakat tentu harus juga dipersiapkan dalam pelaksanaan Desa Siaga ini. Dengan mengacu dari prinsip –prinsip praktik keperawatan komunitas yaitu

  1. Kemanfaatan  yang berarti bahwa intervensi yang dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas (keseimbangan antara manfaat dan kerugian).
  2. Prinsip otonomi yaitu komunitas harus diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih alternatif yang terbaik yang disediakan untuk komunitas.
  3. Keadilan yaitu melakukan upaya atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas.

Adapun peran perawat di sini antara lain:

  1. Sebagai pemberi pelayanan dimana perawat akan memberikan pelayanan keperawatan langsung dan tidak langsung kepada klien dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
  2. Sebagai pendidik, perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan resiko tinggi atau dan kader kesehatan.

Sebagai contoh perawatan langsung pada kasus-kasus penyakit pada balita seperti diare, ISPA, kurang gizi, DBD dll. Untuk kasus diare, perawat akan mengevaluasi status hidrasi untuk memutuskan rujukan yang diperlukan. Jika tidak terjadi dehidrasi atau dehidrasi ringan maka perawat akan memberikan asupan cairan /oralit dan melakukan monitoring sampai perbaikan status hidrasi.

Perluasan dari peran dan fungsi perawat merupakan tantangan baru dari keadaan praktek keperawatan saat ini. Misalnya perawat di ICU meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya dalam mengoperasionalkan penemuan tehnologi dan kadang-kadang melakukan aktifitas yang infasive namun sesuai dengan standar operasional prosedur di dalam rangka mempertahankan jiwa serta mengoptimalkan kesehatan pasien.

Perawat di desa yang terpencil sudah sejak lama diharapkan bias mengatasi masalah kesehatan meskipun diluar dari batas perannya, yang sering disebutkan sebagai peran tambahan/’expanded role’ (misalnya memberikan obat untuk penyakit-penyakit ringan dan memintakan pemeriksaaan test patologi).

Perawat di negara berkembang seperti Amerika mempunyai hak untuk memberikan pelayanan kesehatan wanita. Seperti melakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan post partum dan memberikan pendidikan kesehatan kepada kelaurganya dalam rangka mencegah resiko tinggi persalinan.

Mengacu dari BPPSDM Dep Kes 2006, mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Desa Siaga dijelaskan bahwa SDM pelaksana pada program Desa Siaga ini menempati posisi yang sangat penting, di mana mereka akan berperan dalam sebuah tim kesehatan yang akan melaksanakan upaya pelayanan kesehatan. SDM Kesehatan yang akan ditempatkan di Desa Siaga ini memiliki kompetensi sebagai berikut:

  1. Mampu melakukan pelayanan kehamilan dan pertolongan persalinan, kesehatan ibu dan anak,
  2. Mampu melakukan pelayanan kesehatan dasar,
  3. Mampu melakukan surveilans,
  4. Mampu melakukan pelayanan gizi individu dan masyarakat,
  5. Mampu melakukan kegiatan sanitasi dasar,
  6. Mampu melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan,
  7. Mampu melakukan pelayanan kesiapsiagaan terhadap bencana, dan mampu melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Perawat dengan peran dan fungsinya untuk ikut mensukseskan Desa Siaga, sebaiknya telah dipersiapkan dengan baik sehingga beberapa persyaratan SDM seperti dijelaskan di atas bisa dicapai.

Share

This website uses cookies.