Nasib Sebagai Perawat Ditentukan Oleh Ujian Kompetensi Sehari

0
Nasib Sebagai Perawat Ditentukan Oleh Ujian Kompetensi Sehari

Senyumperawat.com – Bagi sebagian kalangan, ujian kompetensi masih menjadi momok karena menentukan nasib sebagai perawat. Meski sudah diwisuda dan diangkat sumpah sebagai seorang perawat, tetapi perawat tidak bisa langsung bekerja. Mesti lulus UKom terlebih dahulu. Hasil ujian itu nantinya dijadikan syarat untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) Perawat.

Di sisi lain, harapan dari organisasi profesi dengan adanya UKom adalah meningkatkan kualitas. Dengan diadakannya ujian tersebut, diharapkan kualitas perawat di Indonesia bisa lebih baik.

Bagaimana respon mereka yang gagal dalam sekali ujian?

Seperti halnya dipaparkan perawat yang mengikuti ukom hingga dua kali, Rini Farmana adanya ukom memang sebagai pertimbangan untuk menyaring tenaga-tenaga perawat yang berkompeten.

“Tapi aku pribadi yang pernah gagal sekali dalam ukom, rasanya sangat berat karena proses kuliah perawat dan profesi ners selama 5 tahun 1 bulan yang aku jalani hanya ditentukan satu lembar STR untuk jadi perawat,” ujarnya.

Ia menuturkan kalau untuk menyaring yang berkompeten seharusnya skill pada saat profesi ners juga alangkah baiknya dipertimbangkan dan diakumulasikan dengan nilai ukom.

Meski pernah gagal, menurutnya soal-soal ukom bisa dikategorikan mudah jika waktu yang diberikan untuk menjawab lebih diperpanjang.

“Saat ini waktu menjawab satu soal itu satu menit, padahal jawaban yang dipilih tidak ada jawaban yang salah tapi memilih jawaban yang paling benar. Dan itu cukup mengecoh untuk berpikir dalam satu menit,” keluhnya. (Tribun/Destur)

Tinggalkan Komentar