Layakkah Gaji TKS Perawat & Bidan 2019 Rp 350 Ribu/Bulan di Sinjai?

0
Layakkah Gaji TKS Perawat & Bidan 2019 Rp 350 Ribu

Senyumperawat.com – Tahun 2019 ini, gaji TKS perawat & bidan di Sinjai sebesar Rp 350 ribu per bulan mulai berlaku. Usulan tersebut sudah disampaikan sejak akhir tahun 2018 lalu. Tentunya itu sudah cukup lumayan di wilayah tersebut daripada tidak sama sekali. Sebab, serupa dengan tenaga guru honorer, mereka hanya dapat uang bensin ketika ada kegiatan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan memprogramkan gaji guru sukarela Rp 100 ribu per orang. Usulan gaji tenaga guru honor tersebut direncanakan berlaku pada tahun 2019.

“Kami sudah usulkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 gaji guru sukarela Rp 100 ribu per bulan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sinjai Syamsuddin, Selasa (11/12/2018) seperti dikabarkan Tribunnews.

Usulan tersebut sudah disetujui oleh anggota DPRD melalui pembahasan APBD di dewan saat ini. Sehingga dipastikan mulai Januari 2019 mereka terima gaji tersebut.

Selama ini tenaga guru sukarela di Sinjai tidak dianggarkan melalui APBD. Mereka hanya menerima dari dana kegiatan di sekolah dan dari para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara.

Syamsuddin mengatakan bahwa besaran tersebut disesuaikan dengan kemampuan APBD Sinjai. Syamsuddin tetap berusaha dan berjuang dimasa yang akan datang akan tetap menaikkan gaji guru sukarela di Sinjai.

Layakkah TKS perawat & bidan digaji Rp 350 ribu per bulan?

Soalnya mungkin bukan soal layak atau tidak besaran gaji TKS perawat & bidan sebesar itu. Namun lebih kepada status mereka. Layakkah istilah TKS (Tenaga Kerja Sukarela) itu masih diadakan?

Boleh jadi memang karena masih adanya paradigma bahwa tenaga honorer kelak akan diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Paradigma tersebut masih merebak di masyarakat. Sehingga tidak sedikit yang punya anak lulusan perawat atau bidan langsung didaftarkan oleh orang tuanya menjadi honorer.

Faktanya memang selama ini belum ada kebijakan yang bisa menjamin kesejahteraan tenaga honorer. Di tahun 2019 ini, akan dibuka lowongan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Dengan adanya lowongan itu, menurut pemerintah akan merubah status honorer. Jadi janji akan diangkatnya tenaga honorer menjadi PNS sudah tidak ada lagi.

Tinggalkan Komentar