Kira-Kira Salah Siapa Kok Para Perawat Demo Berkali-Kali di Tahun 2018

Senyumperawat.com – Pasti ada penyebab yang meresahkan sehingga para perawat demo berkali-kali di tahun 2018. Berita seputar itu pun tak sedikit jika ditelusuri pada laman pencarian. Beberapa di antaranya tidak jauh-jauh perihal kesejahteraan. Baik soal gaji perawat hingga soal status kepegawaian.

Banyak berita yang masih bisa dilacak jejak digitalnya. Sepanjang tahun 2018 lalu, ada beberapa yang mengabarkan tentang perawat demo soal gaji. Ada juga demo soal status honorer yang telah lama tak diangkat PNS.

Kisah Perawat Honorer Memperjuangkan Haknya saat May Day di Istana

Para honorer perawat demo agar diangkat PNS
Para honorer perawat demo agar diangkat PNS. (Foto: IDN Times)

Tiba di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah pukul 19.30 WIB, Eni mulai merasakan mual, setelah menempuh perjalanan dari Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga, Jawa Tengah.

Eni mabuk darat akibat perjalanan jauh. Karena sejak kecil, ia memang selalu mabuk darat saat bepergian jauh. Namun, ia rela melakukan perjalanan ini demi menyampaikan aspirasi dan tuntutannya di Istana pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei.

Eni dan teman sejawatnya sudah lama mengabdi sebagai pelayan kesehatan masyarakat di Puskesmas. Rata-rata mereka sudah bekerja lima hingga 15 tahun, bahkan ada yang lebih lama lagi.

Kedatangan Eni dan rombongannya tak lain untuk memperjuangkan haknya sebagai perawat di Puskesmas. Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan pada aksi May Day ini, di antaranya mendesak agar mereka diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan Undang-Undang Keperawatan segera direvisi dikutip dari laman IDN Times.

Karyawan RSUD Kota Bandung Demo Gaji di Bawah UMR

Karyawan RSUD Kota Bandung sedang bernegosiasi dengan pihak manajemen RSUD
Karyawan RSUD Kota Bandung sedang bernegosiasi dengan pihak manajemen RSUD. (Foto: Republika)

Sejumlah karyawan RSUD Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di halama RSUD Kota Bandung, Senin (16/4). Mereka menuntut gaji yang selama ini didapatkan masih di bawah UMR.

Perwakilan karyawan Samsul Arif mengatakan selama ini gaji yang diterima karyawan yang berstatus non-PNS masih tidak layak. Bahkan di bawah UMR Kota Bandung, padahal RSUD Kota Bandubg merupakan BLUD yang dibentuk Pemkot Bandung.

“Kami karyawan BLUD RSUD Kota Bandung menuntutkenaikan gaji karyawan BLUD non-PNS sesuai UMR atau UMP berdasarkan pergub atau Perwal,” kata Samsul kepada wartawan.

Samsul menyebutkan selama ini gaji yang mereka terima hanya Rp 1,5 juta untuk karyawan lulusan SMA, Rp 1,8 juta bagi lulusan D3 dan Rp 2 juta diperuntukkan bagi yang bergelar sarjana. Padahal UMR Kota Bandung sudah ditetapkam sebesar Rp 3,2 juta. Jumlah ini dinilainya jauh dari upah minimal yang sudah diatur. (Republika)

Perjuangan Umul, Perawat dari Jember yang Ikut Demo Buruh di Jakarta

Ibu Umul, Serikat Perawat Honorer (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Ibu Umul, Serikat Perawat Honorer (Foto: kumparan)

“Kami kan masuk rumah sakit bukan masuk dalam usia tua, kami mulai dari 25 terus itu kan sudah mengabdi, cuma karena memang alokasi CPNS hampir setiap tahun sangat sedikit. Memang ya dalam prediksi yang muda-muda yang tua-tua ini gimana tak dapat kesempatan setelah kami untuk berumur di atas 25 tahun,” lanjutnya.

Untuk itu, Umul mewakili serikat perawat honorer, berharap pemerintah dapat mengkaji ulang mengenai UU Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor 5 tahun 2014 mengenai ketentuan batas umur pencalonan CPNS. Melalui tuntutan itu, Umul berharap ia dan teman seprofesinya dapat mendaftarkan diri sebagai CPNS.

Tuntutan itu, menurut Umul, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik menjadi seorang perawat. Apalagi, peran perawat dalam dunia kesehatan dinilai penting dalam memberikan pelayanan.

“Belum, belum (sejahtera) karena honorable kami merasa dari tahun ke tahun perkembangan alokasi kami minimal dengan jumlah tenaga yang banyak yang dalam rumah sakit. Seandainya, honorer tidak ada, tidak bisa tidak hanya mengandalkan dokter saja,” ujarnya. (Kumparan)

Belasan Tahun Digaji Rp 100.000 Per Bulan, Perawat di Polewali Mandar Unjuk Rasa

Belasan Tahun Digaji Rp 100.000 Per Bulan, Perawat di Polewali Mandar Unjuk Rasa (Kompas.com)
Belasan Tahun Digaji Rp 100.000 Per Bulan, Perawat di Polewali Mandar Unjuk Rasa (Kompas.com)

Adam, salah satu perawat puskesmas yang sudah belasan tahun bekerja ini mengaku upah kerja yang tidak manusiawi yang diterima setiap bulan mebuat mereka kelimpungan dan morat-marit. Menurut Adam, selama ini mereka hanya mendapat belas kasihan dari petugas atau perawat PNS yang dipotong gajinya sebesar 10 persen untuk membayar honor para perawat. Perawat lainnya mengaku upah mereka bahkan kerap hanya Rp 50.000 saja per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, mereka mengutang ke orang lain. “Perawat ini setiap bulan hanya hidupnya tak menentu. Bayangkan kalau upahnya hanya Rp 100.000 bahkan biasa malah kurang,” jelas Adam. Sayangnya, kehadian ratusan perawat dari berbagai puskesmas dan rumah sakit tersebut kecewa lantaran ketua DPRD dan Komis IV DPRD Polewali Mandar yang menjadi mitra dinas kesehatan sedang keluar kota. (Kompas)

Gaji Mereka Dipotong 50 Persen dan tak Dibayar Berbulan-bulan

Honorer Demo JR Saragih, Gaji Mereka Dipotong 50 Persen dan tak Dibayar Berbulan-bulan (Tribun Medan)
Honorer Demo JR Saragih, Gaji Mereka Dipotong 50 Persen dan tak Dibayar Berbulan-bulan (Tribun Medan)

Massa Forum Guru Honorer dan Forum Kesehatan Honorer menuntut gaji yang tidak dibayar sejak Juni hingga sekarang.

Massa yang didominasi kaum perempuan ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Simalungun, Selasa (25/9/2018).

Karena tidak bertemu dengan Bupati Simalungun JR Saragih, massa yang mengenakan batik korpri dan perawat ini menuju Gedung DPRD. (Tribun Medan)

Gaji ditunggak 5 bulan, honorer RSUD Pirngadi Medan demo

Gaji ditunggak 5 bulan, honorer RSUD Pirngadi Medan demo. (Foto: Merdeka.com)
Gaji ditunggak 5 bulan, honorer RSUD Pirngadi Medan demo. (Foto: Merdeka.com)

“Kami belum gajian berbulan bulan. Kami menuntut gaji kami segera dibayarkan,” kata seorang pegawai honorer.

Para tenaga honorer ini tidak mengetahui mengapa upah kerja mereka belum dibayar. Mereka juga menuntut penjelasan. “Kenapa kami nggak digaji,” jelasnya.

Kasubag Humas dan Hukum RSUD Pirngadi Medan Edison Perangin-angin meminta tenaga honorer untuk bersabar. Pihak rumah sakit masih menunggu pencairan klaim biaya pelayanan yang diajukan RSUD Pirngadi ke BPJS Kesehatan. Klaim dari bulan Mei sampai Juli 2018 itu angkanya lebih dari Rp 20 miliar.

“Pak direktur sudah berkomunikasi kepada pihak BPJS Kesehatan untuk pencairan klaim yang telah diajukan. Rumah sakit bukannya tak mau bayar,” tegasnya. (Merdeka)

Curhat Perawat RS Horas Insani: Gaji Kami Sudah Empat Bulan Nyendat

Curhat Perawat RS Horas Insani: Gaji Kami Sudah Empat Bulan Nyendat. (Foto: Bentengtimes.com)
Curhat Perawat RS Horas Insani: Gaji Kami Sudah Empat Bulan Nyendat. (Foto: Bentengtimes.com)

Rumah Sakit (RS) Horas Insani Kota Siantar dikabarkan tengah mengalami masalah keuangan. Pembayaran gaji karyawan, dokter, maupun tenaga medis lainnya, mulai tidak lancar. Bahkan, persoalan itu sudah berlangsung sejak bulan Agustus 2018.

“Sudah empat bulan lah gaji kami mulai tidak lancar,” ungkap S, salah seorang tenaga medis di RS Horas Insani. (Bentengtimes)

Digaji Rp 400 Ribu per Bulan, Perawat Mamuju Tuntut Kesejahteraan

Digaji Rp 400 Ribu per Bulan, Perawat Mamuju Tuntut Kesejahteraan. (Foto: Mandarnesia.com)
Digaji Rp 400 Ribu per Bulan, Perawat Mamuju Tuntut Kesejahteraan. (Foto: Mandarnesia.com)

Ratusan perawat menggelar orasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Mamuju. Dalam aksinya, pendemo menuntut soal gaji yang belum sepenuhnya layak bagi tenaga perawat yang ada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Mereka yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) mengancam mogok kerja selama belum ada kepastian dari pemerintah Kabupaten Mamuju. Kontrak perawat di Mamuju saat ini hanya mendapat Rp 400 ribu per bulannya.

Selain itu Ketua GNPHI Mamuju Usman menyampaikan tiga tuntutan, moratorium penerimaan tenaga perawat yang dipekerjakan di istansi kesehatan dalam bentuk apapun. Sampai perawat kontrak dan sukarela mendapat kejelasan status, memperjelas status perawat tenaga kontrak, sukarela menjadi tenaga honorer kabupaten yang dituangkan dalam bentuk SK bupati. Dan memberikan upah layak bagi perawat yang sesuai dengan UMK Kabupaten Mamuju. (Mandarnesia.com)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker