Ketika Mahasiswi Perawat Berhijab Syar’i Terkendala Regulasi

Senyumperawat.com – Memang yang selama ini dirasakan seragam tenaga kesehatan terkhusus perawat, bidan atau dokter identik dengan putih-putih. Mahasiswi di Kampus-kampus keperawatan/kebidanan juga menggunakan seragam putih-putih, minimal kalau bukan roknya akan tetapi bajunya yang putih.

Kebanyakan ketika dinas di Rumah sakit, mahasiswi itu diberi seragam berupa celana, baju putih dan jilbab yang pendek. Kalau memakai rok atau jilbab yang syar’i itu bagi yang ingin memakainya, mereka berinisiatif sendiri membuat (di luar kebijakan kampus).

Saya teringat ada seorang dosen yang menegur mahasiswinya karena jilbabnya menutup perut. Ada juga ketika di ruang operasi mahasiswi/perawat yang bertugas di dalam disuruh lepas jilbab. Terkadang juga yang begitu perlu menggunakan jurus tebal telinga alias lanjut dipake aja.

Ketika Mahasiswi Perawat Berhijab Syar’i Terkendala Regulasi?

Lalu apa hubungannya dengan menghambat atau membuat rusuh bagi petugas jaga ruangan saat menangani pasien. Buktinya banyak saudari kita yang memakai pakaian syar’i tapi tidak menyusahkan. Apalagi kalau di ruang operasi disuruh lepas jilbab atau disuruh lepas kaos kaki.

Saya pernah waktu jadi mahasiswi, akhirnya setiap jaga di ruang operasi saya minta teman menggantikan saya. Jadi selama saya magang di sana saya tidak pernah masuk di ruang operasi dan Alhamdulillah yang punya klinik memaklumi..

Nah itu memang awalnya salah kami ada 2 kloter. Kloter yang pertama ketika suruh lepas jilbab ngga mau. Nah pas kami, yang pertama kali masuk ruang operasi suruh lepas jilbab mau, jadi yang berikutnya jelas disuruh begitu.

Padahal kalau dipikir yang penting yang dibawa diruang operasi steril kan. Apa yang dipakai di luar tidak dipakai di dalam ruang operasi.

Saya ingat saya dan dua teman saya yang tidak pernah masuk ruang operasi. Nah ketika ada jadwal Posyandu atau semacamnya, biasanya disuruh bareng pakai motor. Beliau melibatkan saya dan teman saya karena tahu kami pakai rok ketika perginya bawa mobil saja. Karena terkadang jalan susah sampai melewati rel kereta api, mungkin kasihan kalau dibonceng motor.

Bahkan beliau bersikap baik terhadap kami, tidak pernah mempermasalahkan. Ya waktu itu sih saya belum kenal dengan sunnah, cuma saya pakai rok dan memperlebar jilbab. Saya tidak pakai celana.

Tetapi ketika selesai, (semua itu) tidak mempengaruhi nilai saya. Bahkan diberi nilai plus. Tapi memang pas magang di Rumah Sakit umum, seragam ruang operasinya pake celana. What ever, jangan sampai karena alasan bekerja dan berekspresi malah menjadikan kita melanggar syari’at.

Adakah syari’at yang merugikan?

Takut kehilangan pekerjaan?

Nah kalau menjadi mahasiswa/i itu mending terkadang banyak peraturan gini-gono. Ya sebisa mungkin kita mencegah mudhorot dan pake jurus kebal telinga.

Ya kalau kita sudah tidak terikat jadi mahasiswa kalau sudah bekerja dan boss kita mensyaratkan ini-itu mending cari tempat kerja lain. Toh rezeki sudah dijamin Allah.

Siapa boss kita? Yang seenaknya bisa mengatur-ngatur kita?

Semoga deh nanti lebih banyak yang dibolehin pakai cadar dan seragamnya ngga harus seragam. Yang penting kan kualitas kerja dan kita bisa tanggung jawabkan?

Pemahaman yang keliru memang harus diluruskan

Yah memang sih ada yang mengizinkan pakai jilbab syar’i tapi ya kalau di Indonesia umumnya begitu dan ada pelarangan. Apalagi yang pakai cadar bekerja di instansi pemerintah.

Ah kayaknya lebih bagus ya

Kalau di Lampung ini belum ada RS swasta atau Klinik yang nyunnah. Pernah dengar teman di Luar Lampung benar-benar nyunnah. Kerja ngga ikhtilat (berbaur lawan jenis) yang ikhwan pun shalat berjamaah (mungkin kecuali kalau memang dalam keadaan darurat).

Kalau syari’at Islam semakin ditegakkan rasanya damai yah..

Penulis: Ummu Abdirrahman Ayu
Editor: Destur

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker