Apa Kriteria Dokter Memutuskan Anda Lebih Baik Melahirkan dengan Caesar?

0
Kenapa Dokter Memutuskan Anda Lebih Baik Melahirkan dengan Caesar

Senyumperawat.com – Sebagai seorang dokter, tentu tidak akan asal memutuskan Anda akan lebih selamat jika melahirkan dengan caesar. Banyak pertimbangan yang secara keilmuannya itu jalan yang aman. Keselamatan ibu dan anak adalah penting dalam proses melahirkan. Dan melahirkan dengan caesar adalah alternatifnya.

Istilah caesar diturunkan dari kata kerja bahasa latin caedere, “memotong”. Dengan demikian istilah bedah caesar adalah sebuah tautologi (Dewi dan Fauzi, 2007).

Tentang operasi caesar

Operasi caesar dalam istilah dasarnya disebut dengan Sectio caesarea. Ada beberapa definisi tentang operasi caesar ini. Jangan sampai Anda sebagai seorang calon ibu atau sudah menjadi ibu belum mengetahuinya.

Sectio caesarea adalah proses persalinan melalui pembedahan dimana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histeretomi) untuk mengeluarkan bayi (Juditha dan Cynthia, 2009).

Sectio caesarea adalah sebuah bentuk melahirkan anak dengan melakukan sebuah irisan pembedahan yang menembus abdomen seorang ibu (laparatomi) dan uterus (histeretomi) untuk mengeluarkan satu bayi atau lebih (Dewi dan Fauzi, 2007).

Pertimbangan kenapa Anda dianjurkan melahirkan dengan caesar?

Setidaknya ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan kenapa dokter memutuskan sebaiknya Anda melahirkan dengan caesar. Memang tidak bisa asal menentukan. Kecuali Anda adalah bagian dari seorang ibu yang keberatan organ intim Anda digunakan untuk jalan keluar bayi Anda. Berikut ini faktor pertimbangan kenapa Anda dianjurkan memilih operasi sesar.

1.Faktor Ibu

  • Proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal
  • Komplikasi pre eklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil).
  • Ibu hamil menderita herpes (radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung- gelembung berisi air secara berkelompok).
  • Resiko perlukaan fatal pada rahim
  • Sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perineum pada proses persalinan sebelumnya.
  • Kegagalan persalinan meski telah dibantu dengan alat bantu (forcef atau vacum).
  • Pernah caesar sebelumnya (Cendika dan Indarwati, 2010).

2. Faktor Janin

  • Detak jantung janin melambat
  • Ada indikasi bayi kekurangan oksigen
  • Putusnya tali pusar (tali pusat)
  • Bayi dalam posisi sungsang atau menyamping
  • Bayi kembar (meskipun bisa juga dilahirkan dengan normal)
  • Bayi terlalu besar (lebih dari 4,2 kg)
  • Plasenta previa
  • Plasenta sudah lepas dari rahim
  • Proporsi panggul ibu dan kepala janin tidak pas
  • Janin menderita hidrosefalus (Cendika dan Indarwati, 2010).

3. Pertimbangan Medis

  • Bayi dalam keadaan gawat, janin harus dilahirkan segera.
  • Plasenta berada di bagian dasar rahim atau menghalangi jalan lahir.
  • Ibu dengan masalah kesehatan seperti jantung, tekanan darah tinggi atau penderita HIV.
  • Ibu dengan panggul sempit.
  • Kelainan letak janin (Suririnah, 2009).

Demikian sekiranya para orang tua tidak tergesa mengatakan hal negatif tentang operasi caesar. Kebijakan itu telah melalui banyak pertimbangan kenapa Anda dianjurkan melahirkan dengan caesar.

Referensi
  • Surininah (2009). Buku pintar kehamilan dan persalinan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
  • Cendika, D & Indarwati (2010). Panduan pintar hamil dan melahirkan. Jakarta : Wahyu Media.
  • Dewi, Y & Fauzi, A, D (2007). Operasi caesar dari A sampai Z. Jakarta : EDSA Mahkota.
  • Juditha, I & Cynthia, I (2009). Tips praktis bagi wanita hamil. Jakarta : FORUM KITA
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.