Kamu Patut Khawatir Jika Ada Benjolan di Payudara Seperti Ini

Kamu Patut Khawatir Jika Ada Benjolan di Payudara Seperti Ini

Senyumperawat.com – Ada banyak jenis benjolan di payudara. Tidak semua mengindikasikan penyakit berbahaya. Oleh karena itu, kamu mesti paham benjolan mana yang bahaya dan mana yang tidak. Untuk mengetahuinya, mari kita kaji jenis-jenis benjolan di payudara itu.

Penting untuk dipahami bahwa lebih dini mengenali benjolan itu, lebih dini pula penanganannya. Makanya dalam promosi kesehatan biasanya ada penyuluhan tentang SADARI. Sadari itu maksudnya pemeriksaan payudara sendiri. Jadi sebenarnya kamu bisa memeriksa payudaramu sendiri tanpa perlu ke pelayanan medis.

Muat Lebih

Tentunya selain menjaga privasi, kamu juga akan lebih leluasa melakukan kapan pun. Untuk lebih jelas memahami tentang SADARI, dapat mengklik link di bawah ini.

Jangan Remehkan Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

Macam-macam benjolan di payudara

Berikut ini adalah jenis-jenis benjolan di payudara. Semoga dapat memberikan gambaran.

1. Bengkak seperti jerawat di sekitar areola

Jika kamu selalu mengalami pembengkakan seperti ini, maka hampir dapat dipastikan benjolan tersebut merupakan bagian dari anatomi payudara kamu. Namun jika benjolan itu baru, maka hal itu kemungkinan merupakan sinyal adanya infeksi, atau dalam kasus yang jarang, kanker. Bila ini yang terjadi,

Kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. Tanda-tanda luar lain yang harus diperhatikan dan diketahui oleh dokter adalah puting payudara membalik (membelesak ke dalam), atau rasa gatal, sisik yang terasa sakit, atau ruam pada puting.

“Sekitar satu persen dari kanker payudara melibatkan perubahan dalam kulit payudara, seperti tekstur kulit jeruk, bersamaan dengan rasa hangat di payudara, yang bisa merupakan peradangan kanker payudara,” ujar Saslow. Hal ini jarang terjadi, tetapi merupakan tipe kanker yang agresif.

Sebaiknya segeralah konsultasi dengan dokter. Lakukan setidaknya setiap tiga tahun pada usia 20-an dan 30-an, serta setiap tahun pada usia 40-an. kamu harus menjalani mamografi setiap satu atau dua tahun mulai umur 40 tahun. Lakukan juga breast self-exams (BSE) atau sadari (pemeriksaan payudara sendiri) setiap bulan. Bila dilakukan secara rutin, kamu lebih mudah mengamati jika terjadi perubahan pada payudara.

2. Benjolan lembut di payudara

Benjolan saat disentuh terasa lembut halus, berbentuk bulat (seperti buah anggur) yang mudah bergeser sedikit ketika kamu menekan di atasnya. Bentuknya bisa besar atau kecil dan menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Waspadai itu gejala kista sederhana atau kantong berisi cairan alami. Selain berbentuk benjolan, kista juga dapat menimbulkan penebalan pada jaringan payudara.

Kista payudara biasanya tumbuh di kedua sisi payudara, yang dapat berubah-ubah ukuran dan kepadatannya selama siklus menstruasi kamu. Kista payudara dapat tunggal atau jamak (multipel), yang berada di dekat permukaan atau lebih dalam, di dekat dinding dada.

Jika kista lebih dekat dengan permukaan, kamu lebih mudah menemukan dan membedakannya dari benjolan lain. Tetapi jika lebih dalam, kamu lebih sulit untuk dibedakannya dari benjolan payudara jenis lain, karena tersembunyi di balik lapisan jaringan payudara yang mungkin padat dan keras.

Kista payudara umumnya muncul pada wanita usia 30 sampai 50-an, tapi paling sering ditemukan pada wanita yang mendekati menopause. Wanita pasca menopause kurang cenderung memiliki kondisi ini.

Kista payudara tidak memerlukan pengobatan, tetapi dokter kamu dapat menyarankan tindakan medis untuk menghapusnya. Dokter dapat melakukan aspirasi jarum halus dengan jarum suntik. Prosedur ini menyedot cairan dari dalam kista sehingga membuatnya kempis.

3. Benjolan berisi cairan

Hati-hati bila keluar cairan lewat kedua puting susu padahal tidak sedang menyusui atau hamil. Biasanya, masalah di kelenjar tiroid atau hipofisi menjadi penyebab. Namun, waspadai bila cairan disertai darah (mungkin kanker) atau cairan dengan warna kekuningan atau kehijauan (infeksi).

4. Teraba benjolan keras di payudara

Bila kamu menemukan sebuah benjolan keras dan padat dengan bentuk tidak teratur atau bergerigi dan saat ditekan, benjolan tidak bergerak, mungkin itu kanker atau tumor. Penyebabnya tidak diketahui, namun riwayat kesehatan keluarga menjadi faktor risiko utama. Tak ada cara lain selain segera temui dokter dan lakukan mammogram.

5. Benjolan licin dan mudah digerakkan

Bila menemukan benjolan keras, bulat dan bisa bergeser saat disentuh tanpa menimbulkan rasa sakit, mungkin kamu mengalami Fibroadenoma. Tumor jinak ini biasa diderita perempuan muda usia 20 tahunan akibat perubahan tingkat hormon. Segera temui dokter untuk mammogram. Jika tumor sudah besar, harus dilakukan operasi pengangkatan.

Pos terkait