Ini Penyebab Perawat Indonesia Kalah dengan Thailand

Ini Penyebab Perawat Indonesia Kalah dengan Thailand

Senyumperawat.com – Kualitas perawat Indonesia di kancah dunia tidak diragukan lagi untuk perkara etika. Namun ternyata dari sisi profesionalitas belum bisa mengungguli perawat asal Thailand dan bahkan Malaysia. Hal ini berkenaan dengan standar di negara tersebut yang mulai tinggi.

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) memberikan catatan kepada pemerintah di Hari Kesehatan Nasional. Dikutip dari Jawapos, menurutnya utilitas keperawatan perlu didistribusikan secara merata. Terutama dari segi pendidikan mereka. Junaiti menegaskan perawat saat ini seharusnya minimal bergelar Ners, di atas S1 atau sarjana.

Muat Lebih

“Kesehatan nasional tentu harus didistribusikan secara merata tentunya kedepan levelnya harus Ners atau spesialis. Tak hanya di kota besar tapi di remote area. Sehingga saudara kita dapat pelayanan baik. Tak bijak jika perawat yang pintar saja di kota,” tukas Junaiti.

Baginya, lulusan perawat level D3 sudah harus ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, Kondisi ini membuat perawat Indonesia tertinggal dari Malaysia bahkan Thailand. Thailand sudah tidak memiliki perawat lulusan D3, seluruhnya Ners.

“Harus segera ada planning selesaikan D3. Karena kalau kita lihat Malaysia tahun 2018 tak lagi selenggarakan D3. Indonesia ketinggalan dari Malaysia. Begitu juga Thailand perawat muda semua naik ke Ners,” katanya.

Perlu perhatian lebih dari pemerintah

Junaiti membandingkan nasib perawat dengan guru yang banyak dibiayai pemerintah untuk meningkatkan pendidikan. Pemerintah Thailand membiayai pendidikan perawat.

“Ketika berhadapan dengan masalah kompleks jika tak dibekali dengan pengetahuan yang cukup ini jadi masalah. Era sekarang tak lagi tempatkan D3 di masyarakat. Minimal Ners,” jelasnya.

Jumlah perawat lulusan D3 di Indonesia masih lebih dari 50 persen. Menurut Junaiti, sudah waktunya Indonesia berubah maju dalam dunia medis.

“Harus ada sertifikasi. Harusnya lulusan Ners lebih banyak ketimbang D3,” tegasnya.

Pos terkait