Cara Mengajukan SIPP (Surat Izin Praktik Perawat)

Senyumperawat.com – Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) merupakan syarat penting bagi perawat jika ingin praktik mandiri. Tanpa lisensi tersebut, seorang perawat bisa dikenai sanksi pidana jika membuka praktik. Memang begitu peraturan yang telah dibuat, jadi tidak bisa asal praktik.

Lisensi adalah izin legal yang diberikan oleh pemerintah kepada perawat untuk dapat melakukan praktik profesinya. Berdasarkan Undang-Undang No 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Pasal 28 menyebutkan bahwa Praktik Keperawatan dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan dan tempat lainnya sesuai dengan klien sasarannya. Terdiri atas praktik keperawatan mandiri dan praktik keperawatan di fasilitas kesehatan.

Masa berlaku Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)

Izin bagi perawat yang menjalankan praktik keperawatan diberikan dalam bentuk Surat Izin Praktik Perawat (SIPP). SIPP diberikan oleh Pemerintah daerah kabupaten/Kota atas rekomendasi pejabat kesehatan yang berwenang di Kabupaten/Kota tempat Perawat menjalankan praktiknya.

SIPP berlaku selama STR masih berlaku dan perawat berpraktik ditempat sebagaimana tercantum dalam SIPP. SIPP hanya berlaku untuk 1 (satu) tempat praktik dan seorang perawat diberikan SIPP paling banyak untuk 2 (dua) tempat. SIPP dapat dicabut keberlakukaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Cara mendapatkan SIPP

Ketentuan mendapatkan SIPP, sebagai berikut:

  1. Melampirkan Fotokopi Kartu NIRA yang aktif dan melunasi iuran anggota PPNI.
  2. Surat permohonan rekomendasi ke organisasi profesi yaitu PPNI Kabupaten/Kota setempat, sebanyak 3 rangkap untuk pemohon, propinsi (sebagai laporan) dan pertinggal.
  3. Melampirkan STR yang masih berlaku
  4. Rekomendasi dari organisasi profesi PPNI. (Form C  dalam lampiran 3)
  5. Surat pernyataan memiliki tempat praktik atau surat keterangan dari pimpinan fasilitas pelayaan kesehatan.

Permohonan rekomendasi dengan menggunakan form B (bisa dilihat dalam Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Perawat Indonesia). Pengurus PPNI Kabupaten/Kota setelah menilai kelayakan melaksanakan praktik mandiri, memberikan rekomendasi dengan menggunakan form C.

Rekomendasi dibuat rangkap 3 (tiga), untuk pemohon, untuk propinsi (sebagai laporan) dan pertinggal. Pengurus PPNI Propinsi setiap bulan Juni dan Desember membuat rekapitulasi rekomendasi untuk pembuatan SIPP yang dikeluarkan di wilayah propinsinya, dan dilaporkan ke Pengurus Pusat PPNI.

Referensi:

Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB Perawat Indonesia PPNI Pusat 2015)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker