Bukan Hanya Usulan Rekrutmen Perawat Desa, Ini 10 Usulan PPNI Kepada Jokowi

Senyumperawat.com – Sebuah kehormatan bagi PPNI saat bisa bertemu Presiden Jokowi dan menyampaikan usulan perawat desa. Kemudian juga bisa mengangkat isu perawat yang selama ini belum terselesaikan.

Seperti diketahui, pada Desember tahun lalu PPNI akhirnya bisa duduk satu meja dengan presiden. Dengan senyum khasnya, presiden Jokowi pun menyambut dengan lapang dada maksud dan tujuan PPNI.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/12/2018). Bersama Ketua DPW PPNI Provinsi seluruh Indonesia, hadir pula ketua DPP PPNI Harif Fadhillah. Rombongan berjumlah 40 orang.

10 usulan perawat Indonesia kepada Jokowi

Presiden langsung mempersilahkan Ketua Umum untuk menyampaikan aspirasi Perawat Indonesia. Dikutip dari laman innak-ppni.org, 10 hal disampaikan langsung dihadapan Presiden yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menseskab Pramono Anung, dan Ka BPPSDM Kemenkes RI Usman Sumantri, antara lain:

  1. PPNI mendukung program pemerintah (NAWACITA) yang berfokus pada upaya preventif dan promotif untuk mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahwa ketersediaan dan potensi perawat (baik dalam jumlah, kompetensi, dan sebarannya diseluruh Indonesia) perlu ditingkatkan pendayagunaannya dalam mensukseskan program unggulan pemerintah. Untuk itu diperlukan:
    • Kebijakan penempatan perawat di desa dan kelurahan
    • Pemanfaatan dana desa/kelurahan untuk perawat di desa dan kelurahan.
  2. Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan, perlu adanya Struktur Keperawatan di tingkat Kementerian Kesehatan yang dapat merumuskan dan menentukan kebijakan strategis terkait dengan keperawatan.
  3. Peningkatan kuota penerimaan ASN yang memadai dari profesi Perawat, dan perlunya kebijakan dalam bentuk keputusan Presiden untuk perawat yang bekerja di instansi pelayanan kesehatan milik Pemerintah sebagai Non-PNS sebelum adanya PP No 48/2005 untuk diangkat sebagai PNS seperti teman sejawat Bidan PTT dan Dokter PTT.
  4. Mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Implementasi Universal Health Coverage (UHC) dengan azas adil dan wajar. Saat ini perawat belum sepenuhnya mendapatkan sesuai dengan Kontribusinya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pemerintah merevisi peraturan terkait prosentase pembagian jasa pelayanan secara nasional.
  5. Praktik mandiri perawat adalah sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, untuk itu harus masuk dalam skema pelayanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS dan mendapat dukungan kebijakan Pemerintah dalam Implementasinya.
  6. Memberikan perhatian kepada Perawat dalam memberikan pelayanan di daerah bencana/kondisi bencana sebagai mana profesi lainnya: Bidan dan Guru.
  7. Mempercepat terbitnya peraturan pelaksanaan UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan yang saat ini telah 4 tahun, untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum perawat dalam memberikan pelayanan termasuk adanya KONSIL KEPERAWATAN.
  8. Mendukung Program Pemerintah untuk pengiriman perawat profesional yang bekerja di luar negeri dengan penguatan:
    • Adanya kebijakan terhadap Retourney (perawat yang kembali dari luar negeri) mendapat pengakuan dalam dunia kerja di dalam negeri
    • Kebijakan pemberian insentif bagi institusi pendidikan yang berorientasi pada pasar kerja Luar negeri
    • Regulasi berkaitan kebijakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai inkubator bagi perawat yang akan bekerja di Luar Negeri, karena setiap Negara mempersyaratkan pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun.
    • Pemerintah perlu menetapkan kebijakan dengan melibatkan PPNI terutama menyangkut penetapan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi keahlian perawat dalam perekrutan perawat ke luar negeri.
  9. Perlu peraturan Presiden yang mewajibkan fasyankes milik pemerintah dan swasta memberikan kompensasi kepada Perawat sesuai dengan kelayakan sebagai profesi Perawat, dan pemerintah memberikan pengawasan terhadap upah perawat di sektor tersebut, sebagai hasil perhitungan dan perbandingan dengan profesi lain dan perawat di regional ASEAN, maka kelayakan upah perawat adalah 3 kali Upah Minimum Provinsi (UMP).
  10. Mengusulkan tanggal 17 Maret untuk ditetapkan sebagai Hari Perawat Nasional melalui ketetapan/keputusan Presiden.

Terkait usulan “Perawat Desa”, Presiden tampaknya menyambut baik. Ada harapan besar dari para perawat Indonesia untuk terangkat kesejahteraannya.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker