Anak Keseringan Main Game Bisa Bikin Gangguan Jiwa

0
anak keseringan main game bisa bikin gila
Badan Kesehatan Dunia (WHO) berencana memasukkan kecanduan game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru yang disebut gaming disorder. Hal ini didasari atas fenomena peningkatan kasus kecanduan game dari berbagai belahan dunia.

Senyumperawat.com – Efek negatif ketika anak keseringan main game adalah berkaitan dengan psikologis. Selain itu, erat pula dengan fisiknya. Hal-hal ini perlu orang tua perhatikan. Memang zamannya sekarang serba gadget sehingga mudah sekali untuk mengakses game.

Berbeda dengan zaman dulu. Anda yang saat ini sudah menjadi orang tua mungkin pernah mengalami saat-saat itu. Masa dimana ketika Anda ingin main game semisal PS (Play Station) harus sembunyi-sembunyi. Bahkan kadang bolos sekolah hanya untuk menikmati game itu.

Tentunya pengalaman masa lalu yang suram itu Anda rasakan saat ini bagaimana perasaan orang tua. Pasti timbul was-was bagaimana ketika anak sering main game. Pasti mengantisipasi agar anak tidak kecandungan game.

Masalahnya tidak sedikit orang tua yang justru menjejali anaknya dengan game. Misalkan agar anak diam dan tidak rewel, ia mulai berikan game. Agar aktivitas di rumah tidak terganggu, anak diberikan gadget untuk mengakses game.

Tapi kemudian tidak sedikit orang tua pula yang menyesal akibat permulaan itu. Akhirnya anak yang jadi korban sering dimarahi. Sedikit-sedikit anak minta main game. Kemudian oarng tua justru memarahinya padahal ia hanya korban dari perilaku orang tuanya. Itulah efek negatif anak sering main game yang perlu diwaspadai.

Dampak negatif anak keseringan main game

Setidaknya ada 3 yang dapat kami sajikan terkait kasus ini. Anak yang mulai kecanduan game memiliki ciri misalnya sulit bersosialisasi, mulai bermalas-malasan hingga mengalami gangguan kejiwaan.

1. Obesitas (kegemukan)

main game bikin obesitas

Anak yang sudah kecanduan game, ia akan menjadi sering bermalas-malasan. Akibat buruknya adalah fisiknya akan membengkak. Bukan karena infeksi tapi karena kegemukan. Main game tak akan asyik jika tanpa camilan.

2. Penurunan prestasi

anak jadi malas belajar karena game

Ketika dampak secara fisik mulai terasa, dampak prestasi pun akan mulai terpengaruh. Baik dalam pelajaran olahraga maupun pelajaran lain. Pikirannya atau pun obrolan ketika di sekolah adalah tentang game. Telah sampai level berapa, bagaimana strateginya dan lain-lain.

3. Gangguan jiwa

anak bisa mengalami gangguan jiwa karena game

Badan Kesehatan Dunia (WHO) berencana memasukkan kecanduan game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru yang disebut gaming disorder. Hal ini didasari atas fenomena peningkatan kasus kecanduan game dari berbagai belahan dunia.

Rencananya, gaming disorder diusulkan akan dimasukkan di bawah kategori besar “Gangguan mental, perilaku, dan perkembangan saraf”, khususnya di bawah subkategori “Gangguan penyalahgunaan zat atau perilaku adiktif.”

Tinggalkan Komentar