Agar Persalinan Lancar, Jangan Lupa Olahraga Bagi Ibu Hamil

Senyumperawat.com – Salah satu manfaat olahraga bagi ibu hamil adalah untuk menguatkan kandungannya. Termasuk juga untuk mempersiapkan persalinan normal dan lancar. Justru ketika seorang ibu hamil melalaikan olahraga, ia akan kehilangan manfaat itu. Maka pastikan Anda memiliki jadwal olahraga khusus selama hamil.

Selain manfaatnya banyak bagi fisik, olahraga bagi ibu hamil juga baik bagi psikis. Ketika tubuh terasa lebih fresh, maka pikiran juga akan lebih tenang. Kita pahami bersama kalau ibu hamil itu jauh lebih labil daripada sekedar haid. Segala macam perubahan fisik terjadi di situ dan dampaknya bagi psikis luar biasa.

Baca juga:

Ada beberapa latihan saat hamil yang bisa dipraktikkan. Tentunya pastikan kalau kondisi kandungan memang aman untuk aktivitas fisik. Misalkan tidak timbul flek atau juga kondisi si ibu memang fit.

Jenis-jenis olahraga bagi ibu hamil yang aman

  1. Berenang
  2. Bersepeda
  3. Jalan-jalan
  4. Aerobic low impact. aerobik tanpa gerakan melompat, tendangan tinggi, berlari cepat, dan tetap meletakkan satu kaki di lantai untuk mencegah persendian mudah lelah dan cedera maka aerobik tersebut aman selama kehamilan

Jenis-jenis olahraga ibu hamil yang berbahaya

Ada beberapa aktivitas olahraga yang harus dihindari. Tentunya karena berbahaya bagi ibu hamil. Beberapa di antara seperti menghindari gerakan-gerakan yang berpotensi jatuh.

  1. Hindari olahraga yang melakukan gerakan berbaring dengan punggung sebagai dasarnya
  2. Olahraga yang dapat mengakibatkan jatuh atau trauma pada perut
  3. Olahraga dengan beban persendian yang berat
  4. Hindari mengangkat beban berat diatas kepala
  5. Melakukan gerakan yang mengakibatkan peregangan dari otot punggung.
  6. Pada triwulan 2 dan 3, hindari latihan yang melibatkan gerakan berbaring di punggung karena akan menurunkan aliran darah ke rahim.

Persiapan sebelum olahraga

Ingat, kondisi Anda sekarang sedang hamil. Jadi perlu persiapan ekstra. Oleh karenanya penting untuk diperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Gunakan sepatu yang nyaman ketika berolahraga.
  2. Asupan makanan sebaiknya ditingkatkan dengan komposisi sesuai dengan energi yang dikeluarkan ketika berolahraga.
  3. Pastikan menyediakan air minum yang cukup.
  4. Jika punya alat pemeriksa tekanan darah, bisa diukur terlebih dahulu.
  5. Ajak seorang pendamping, baiknya suami yang mendampingi.

Kapan olahraga dilarang bagi ibu hamil?

Beberapa kondisi berikut ini harus menjadi perhatian. Jika Anda sedang hamil dan mendapati kondisi ini, jangan sesekali memaksakan diri untuk berolahraga.

  1. Perdarahan berkelanjutan pada triwulan II atau III
  2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Ketuban pecah dini
  4. Inkompetensi serviks karena menyebabkan mudahnya terjadi keguguran
  5. Pertumbuhan janin terhambat
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker