3 Syarat Mendapatkan Peluang Kerja Perawat ke Luar Negeri

0
3 Syarat Mendapatkan Peluang Kerja Perawat ke Luar Negeri

Senyumperawat.com – Ada syarat penting bagi jika ingin mendapatkan peluang kerja perawat ke luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Seorang perawat yang ingin bekerja ke luar negeri tidak bisa berangkat begitu saja. Ia harus melalui tahapan seleksi.

Seleksi tersebut sudah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan TKI yang akan dikirim. Kendati demikian, calon TKI juga akan diberikan pembekalan dan wawasan terkait negara tujuan.

Hanif mengatakan terdapat tiga faktor yang menghambat pekerja Indonesia mendapatkan peluang bekerja di luar negeri. Tiga faktor tersebut antara lain:

  1. Bahasa,
  2. Komputer,
  3. Kecakapan di luar keterampilan teknis (soft skill).

Jika faktor penghambat itu berhasil ditaklukkan oleh calon TKI, peluang kerja sangat terbuka. Daya saing perawat Indonesia masih belum begitu sengit karena faktor itu. Sedangkan perawat dari negara Asia lain jauh lebih siap untuk go internasional.

Hanif mengatakan, faktor itu menjadi penyebab perawat Indonesia kalang saing. Khususnya jika dibanding pekerja dari negara Asia Tenggara lain seperti Thailand dan Filipina.

“Syarat tenaga kerja agar bisa bekerja ke luar negeri ini adalah menguasai skill yang baik. Namun yang terjadi adalah tenaga kerja Indonesia mengalami masalah yakni bahasa, soft skill, dan penguasaan komputer,” jelas Hanif, Selasa (27/11) dikutip dari laman CNN Indonesia.

Ia menuturkan permasalahan tersebut membuat tenaga kerja Indonesia di luar negeri cenderung mencari pekerjaan yang berisiko rendah dan tidak mengutamakan keahlian. Padahal, jika tenaga kerja Indonesia berpikir untuk menjadi pekerja profesional di satu bidang tertentu, ia bisa mendapatkan kompensasi dan jaminan sosial yang lebih baik.

Gaji tinggi jika perawat ke luar negeri

Ia mencontohkan pekerjaan asisten perawat di Jepang yang bisa mendapat kompensasi Rp21 juta per bulan karena tenaga profesional sangat dihargai di luar negeri. Bahkan, ia juga berkelakar bahwa gaji ini juga lebih besar dari gaji menteri yang berkisar Rp19 juta per bulan. Semakin profesional pekerjaan TKI, maka remitansi yang didapatkan Indonesia jauh lebih baik.

Saat ini ia menyebut terdapat 9 juta TKI yang bekerja di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 55 persen di antaranya bekerja di Malaysia. Dari jumlah tersebut, remitansi yang dihasilkan berjumlah Rp108,32 triliun atau US$8,1 miliar di tahun lalu.

Angka remitansi tersebut jauh berbeda dengan Filipina yang memiliki 10 juta tenaga kerja yang bekerja di luar negeri. Pada 2017 kemarin, tenaga kerja Filipina yang bekerja di luar negeri berhasil menyumbang remitansi US$28,1 miliar. Angka remitansi ini terbilang 3,5 kali dari angka yang dimiliki Indonesia.

“Kalau didorong profesionalisme, maka benefit yang didapatkan pekerja makin baik. Selain itu, banyak peluang kerja di luar negeri yang bisa dioptimalkan,” imbuh Hanif.

Tinggalkan Komentar