Makan Daging Bisa Mengurangi Kualitas Sperma?

Makan Daging Bisa Mengurangi Kualitas Sperma

Senyumperawat.com – Banyak hal yang dapat mengurangi kualitas sperma. Bisa karena rokok, narkoba, atau penggunaan celana ketat dan lain sebagainya. Namun ternyata, mengonsumsi daging pun bisa mengurangi kualitas sperma. Khususnya yang akan dibahas kali ini adalah daging merah.

Daging merah biasa kita dapati dari daging sapi, kambing dan sejenisnya. Ada sebuah penelitian yang menjabarkan alasan itu. Penelitian yang melibatkan 141 orang tersebut mendapati hasil yang cukup signifikan.

Muat Lebih

Riset seputar daging mengurangi kualitas sperma

Sebuah penelitian gabungan antara Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital yang melibatkan 141 pria dewasa yang sedang menjalani program bayi tabung (IVF ataupun ICSI) menemukan bahwa kelompok pria yang terlalu banyak makan daging merah dan daging olahan (sosis, bacon, kornet, dan lainnya) dilaporkan mengalami penurunan kesuburan.

Daging merah tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Pola makan seperti ini merupakan faktor risiko untuk obesitas yang dapat mengurangi kualitas sperma, baik dalam segi jumlah, bentuk, dan kemampuannya untuk berenang ke arah sel telur. Jika ada satu saja kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka semakin tinggi risiko pria tidak subur atau bahkan mungkin mandul.

Bukti ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang dilansir dari Very Well. Riset ini menemukan bahwa para pria yang memiliki berat badan berlebih hampir dua kali berisiko untuk memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dan pergerakan sperma (menuju sel telur) yang lebih buruk.

Namun, kesuburan pria tidak hanya dilihat dari banyak porsi daging merah yang dimakannya

Selain pola makan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol yang berisiko tinggi obesitas, ada banyak hal lain yang bisa menurunkan kesuburan pria. Misalnya saja konsumsi alkohol, merokok, dan kebiasaan begadang.

Alkohol menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang dalam darah. Padahal hormon testosteron berperan penting dalam reproduksi. Misalnya untuk mencapai ereksi penis dan meningkatkan gairah seksual. Alkohol juga memengaruhi fungsi dari sel dalam testis yang berperan dalam pematangan sperma.

Sementara itu, zat-zat beracun dari rokok dapat menyebabkan berbagai masalah pada kualitas air mani dan mengganggu keseimbangan hormon sehingga menurunkan tingkat kesuburan Anda.

Gaya hidup sehat, mencegah hal di atas mengurangi kualitas sperma

Pasangan suami istri bisa dibilang tidak subur jika telah mencoba untuk punya anak selama lebih dari satu tahun. Setidaknya 35-40 persen dari total kasus pasangan yang sulit punya anak disebabkan oleh pihak pria yang tidak subur karena kualitas sperma buruk.

Menjalani gaya hidup sehat adalah jalan keluar utama dari masalah kesuburan. Kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, berhenti merokok, tidak minum alkohol, lebih rajin olahraga, dan turunkan berat badan adalah beberapa prinsip hidup sehat yang dapat meningkatkan kesuburan pria. Para ahli sekarang juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan biji-bijian untuk meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.

Pada intinya, Anda diharuskan untuk memiliki gaya hidup yang sehat serta mengurangi hal-hal yang berdampak buruk bagi kesehatan, sehingga Anda dan pasangan berada dalam kondisi yang paling sehat dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi untuk dapat memperoleh keturunan.

Namun jika Anda dan pasangan masih mengalami kesulitan untuk punya anak bahkan setelah semua kebiasaan sehat ini dilakukan, ada baiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendiskusikan kemungkinan menjalani bayi tabung atau adopsi. (Hello Sehat/Destur)

Pos terkait