Efek USG Apakah Bahaya?

0
Efek USG Apakah Bahaya
(Hasil USG seorang pasien ibu hamil. Foto: RSUD Gambiran)

Senyumperawat.com – Efek USG bagi janin secara umum memang masih menjadi momok bagi ibu. Di sisi lain, kalau tidak dengan USG lantas bagaimana cara melihat kondisi janin dalam kandungan. Sementara itu adalah bagian dari perkembangan dunia medis.

USG atau Ultrasonografi adalah prosedur pemeriksaan yang tidak berbahaya. USG menggunakan gelombang suara tinggi yang dipantulkan ke tubuh untuk memperlihatkan gambaran rahim dan isinya yang memberikan informasi dalam bentuk gambar yang disebut Sonogram yang dapat kita lihat di layar monitor.

Berapa kali baiknya USG dilakukan selama hamil?

Menurut Prof. Dr. Med. Ali Baziad, SpOG (K) pemeriksaan USG dilakukan untuk mengetahui letak janin, hamil di luar atau di dalam kandungan, letak plasenta, mengetahui ukuran bayi, ukuran lingkar kepala dan apakah semua itu sesuai dengan usia kehamilan.

Selain itu, pemeriksaan USG juga berguna untuk melakukan evaluasi terhadap detak jantung, serta deteksi secara dini kelainan kongenital yang mungkin terjadi. Ali menyarankan, selama kehamilan sebaiknya pemeriksaan USG tidak dilakukan terus-menerus. Ia menganjurkan agar USG dilakukan hanya dua sampai tiga kali.

Meski begitu, menurut dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Sub Bagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSPAD Gatot Subroto, USG tambahan diperlukan bila ditemukan indikasi medis yang lain. Yaitu bila terdapat perdarahan, dicurigai ada gangguan pertumbuhan janin, ketuban pecah, atau kematian janin.

Penentuan usia kehamilan paling baik dilakukan pada kehamilan 6-10 minggu. Penentuan apakah letak plasenta masih menutupi jalan lahir atau tidak pada kehamilan 36 minggu. Sedangkan penapisan cacat bawaan umumnya dilakukan pada kehamilan 20-22 minggu karena sebagian besar cacat bawaan dapat didiagnosis pada usia kehamilan tersebut.

Sementara pada kasus yang lain, kecacatan dapat dilihat pada kehamilan 10-14 minggu dan 28-32 minggu. Pada akhirnya, USG adalah pemeriksaan yang aman karena energi yang digunakannya menyebar dan kurang dari 1 % gelombang yang dihantarkan ke tubuh.

Efek USG

USG tidak menggunakan radiasi, jarum suntik, cairan atau obat2an yang dimasukkan kedalam tubuh. Sehingga Ultrasonografi aman untuk bayi dalam kandungan anda.

USG sudah digunakan bertahun-tahun dan tidak ada kejadian yang menunjukkan bahwa USG menyebabkan gangguan pada ibu ataupun bayi. Tapi untuk mencegah radiasi yang belum dibuktikan ini, sebagian dokter hanya menganjurkan pemeriksaan USG untuk kepentingan kesehatan atau medik saja.

USG merupakan prosedur yang aman dan tidak menimbulkan efek samping, terutama USG eksternal. Efek samping yang mungkin muncul adalah reaksi alergi terhadap gel yang digunakan.

Untuk USG internal, seperti USG transvaginal, pasien dapat mengalami rasa tidak nyaman saat alat dimasukkan.

Untuk USG endoskopi, pasien mungkin merasakan efek samping seperti sakit tenggorokan atau perut kembung, namun hal ini hanya terjadi sementara. Walaupun jarang, perdarahan dapat terjadi akibat tindakan USG endoskopi.

Source: Hello Sehat, Alodokter

Tinggalkan Komentar