Bahaya Berhubungan Badan Saat Haid dari Sisi Medis

Bahaya Berhubungan Badan Saat Haid dari Sisi Medis

Senyumperawat.com – Sebagian kita mungkin masih bertanya-tanya, bagaimana pandangan medis tentang berhubungan badan saat haid. Sebab, dari sisi agama jelas mayoritas telah memberikan larangannya. Terlebih dalam agama Islam. Hal itu begitu dilarang.

Nah, lantas seperti apa dari sisi medis. Di satu sisi memang ada dua pendapat. Pendapat pertama menyatakan boleh. Syaratnya harus memakai pengaman. Tapi Islam memandang hal itu tidak baik. Dalam hadits sangat jelas larangan untuk masalah ini.

Muat Lebih

Dalam hadits disebutkan,

مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم-

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haidh atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (HR. Tirmidzi no. 135, Ibnu Majah no. 639. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Namun, pendapat lain yang lebih kuat adalah tidak memperbolehkan. Lalu seperti apa ya bahayanya berhubungan badan saat haid bagi kedua pasangan?

Bahaya berhubungan badan saat haid

Berhubungan badan saat haid sendiri umumnya tidak dianjurkan baik dari pihak medis maupun dari agama. Dikutip dari Klikdokter, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan faktor yang mendasarinya.

1. Darah haid itu kotor

Darah yang keluar ketika haid merupakan media yang sangat baik bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini mengarah kepada mudahnya terjadi infeksi pada wanita yang sedang haid (apabila mereka melakukan hubungan intim). Infeksi ini merupakan bagian dari Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dapat berujung kepada gangguan sistem reproduksi atau gangguan kesuburan.

Ketika berhubungan badan saat haid, darah menstruasi yang seharusnya keluar menjadi tertahan. Hal tersebut dapat menyebabkan aliran balik darah haid dan bisa mencapai saluran tuba, indung telur, bahkan peritoneum (rongga perut) dan merupakan faktor risiko terjadinya Endometriosis

2. Vagina lebih sensitif

Saat haid, vagina akan menjadi lebih sensitif. Gesekan yang terjadi saat penetrasi akan mudah menimbulkan rasa nyeri dan perlukaan vagina. Perlukaan ini akan memudahkan kuman masuk dan menyebabkan infeksi

Tentu saja berhubungan ketika haid tidak menyebabkan pembuahan. Haid sendiri merupakan proses meluruhnya endometrium (dinding rahim) karena sel telur yang tidak dibuahi. Pada saat haid, sel telur seorang wanita belum mencapai proses pembentukan dan pematangan.

Setidaknya itu alasan utama dari sisi medis kenapa berhubungan badan saat haid itu dinilai berbahaya. Lagi pula, sekali lagi dalam agama ada larangan. Bahkan Nabi Muhammad Shollallahu ‘alayhi wa sallam pun tegas melarang. Kendati demikian, Islam memberikan alternatif yang baik.

Larangan itu lebih difokuskan pada bertemunya dua kemaluan. Selebihnya masih diperbolehkan. Jadi, ada redaksi hadits dari istri Rosulullah, ‘Aisyah Rodhiyallaahu ‘anha tentang hal ini.

Dalam hadits disebutkan,

اصْنَعُوا كُلَّ شَىْءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ

“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haidh) selain jima’ (di kemaluan).” (HR. Muslim no. 302)

Hadits lain pula disebutkan,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَتْ إِحْدَانَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا ، فَأَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ يُبَاشِرَهَا ، أَمَرَهَا أَنْ تَتَّزِرَ فِى فَوْرِ حَيْضَتِهَا ثُمَّ يُبَاشِرُهَا . قَالَتْ وَأَيُّكُمْ يَمْلِكُ إِرْبَهُ كَمَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَمْلِكُ إِرْبَهُ

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengalami hadidh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haidh, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahannya?” (HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293). Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, “Bab mencumbu wanita haidh di atas sarungnya”. Artinya di selain tempat keluarnya darah haidh atau selain kemaluannya.

Pos terkait