Tuntut Kenaikan Gaji Perawat Honorer, GNPHI: STOP Diskriminasi Perawat!

Senyumperawat.com – Tuntut kenaikan gaji perawat honorer, sejumlah perawat di Mamuju mogok kerja untuk unjuk rasa. Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati pun akhirnya merespon. Walaupun respon yang disampaikan belum bisa memenuhi tuntutan kenaikan gaji perawat honorer tersebut.

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, menegaskan belum bisa memenuhi tuntutan para perawat honorer yang melakukan unjuk rasa sejak beberapa hari terakhir.

Para perawat honoret dan sukarela di Kabupaten Mamuju, menuntut upah layak sesuai Upah Minimun Kabupaten (UMK) kepada Pemerintah Daerah.

“Jadi kita mau bicarakan secara menyeluruh kurang lebih 8,000 tenaga kontrak, bukan hanya tenaga kontrak perawat, sehingga kita menunggu dulu kebijakan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K),”kata Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, Senin (10/12/2018) seperti dilaporkan Tribunnews.

Habsi menjelaskan, pertimbangan menunggu regulasi P3K agar pemerintah daerah mengetahui, seberapa banyak tenaga kontrak yang bisa diakomodasi dalam P3K.

“Jadi sisanya itu kita akan bicarakan. Jadi untuk sementara permintaan untuk menaikan upah saat ini belum bisa dipenuhi oleh pemda,”ujar mantan Sekertaris Daerah Mamuju itu.

Terkait mogok kerja yang dilakukan oleh para perawat honorer dan sukarela, pihak pemda akan menghimbau kembali para perawat untuk kembali masuk kerja.

“Dan saya kira sudah ada juga himbauan PPNI, untuk kembali bekerja,”tuturnya.

GNPHI mogok tuntut kenaikan gaji perawat honorer

Ratusan perawat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berunjuk rasa, Kamis (6/12/2018).

Pantauan TribunSulbar.com, unjuk rasa tersebut digelar di Jl. Soekarno Hatta Mamuju, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Para perawat tergabungan dalam Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) berjumlahnya sekitar 500 orang , bergerak menuju depan kantor Bupati Mamuju, Jl. Soekarno Hatta.

Mereka membentangkan kain putih bertuliskan aksi damai. Juga membawa kertas petisi bertuliskan tuntutan mereka.

“Profesi kami bukan kalang-kaleng, kerja perawat bukan main-main tapi gaji main-main, jangan anak tirikan perawat, perawat Indonesia bangga merawat bangsa, kami bukan budak perlakukan kami semestinya, stop diskriminasi perawat,” tulis mereka.

Orasi yang disampaikan salah seorang orator, mengatakan, hari ini mereka mogok kerja sampai waktu yang tidak ditentukan.

Mereka terdiri dari 23 instansi terdiri dari Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Unjuk rasa tersebut dikawal ketat oleh puluhan aparat kepolisian dari Polres Mamuju. (Destur/Tribunnews)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker