Resiko Hamil Sambil Menyusui

Senyumperawat.com – Resiko hamil sambil menyusui belum banyak disosialisasikan kepada para ibu. Kendati tidak dilarang, tapi perlu ada pengetahuan yang cukup. Produksi ASI selama menyusui masih tetap bisa optimal walau kondisi sedang hamil juga. Tentunya selama wanita tersebut memiliki kehamilan yang sehat.

Namun memang ada kondisi yang memungkinkan terjadi resiko berbahaya. Saat sedang menyusui, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin Hormon inilah yang dapat memicu kontraksi selama persalinan. Resiko hamil sambil menyusui semacam inilah yang akan berakibat kelahiran prematur. Khususnya bagi yang punya riwayat pernah melahirkan prematur.

Apakah perlu menyapih dini?

Ada kondisi di mana resiko hamil sambil menyusui salah satunya adalah mesti menyapih dini anak yang disusui. Ada pun kondisi tersebut misalnya:

  • Melahirkan secara prematur pada kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan yang saat ini adalah kembar.
  • Kehamilan saat ini mengalami perdarahan.
  • Sering mengalami nyeri perut.

Resiko hamil sambil menyusui

Resiko bagi ibu hamil yang tetap ingin menyusui tapi mengalami masalah di atas di antaranya:

  • Kontraksi pada rahim
  • Terjadi kelahiran prematur
  • Perdarahan vagina
  • Mudah mengalami dehidrasi
  • Mudah emosi dan stres
  • Mudah lemas

Jika ketika Anda membaca tulisan ini dan mengalami salah satu dari kejadian di atas, segera konsultasikan kepada dokter. Insya Allah ada jalan terbaik.

Ketika disarankan untuk menyapih dini

Dikutip dari tulisan dr. Dyah Novita Anggraini dalam Klik Dokter, jika setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan ternyata Anda disarankan untuk menyapih si Kecil yang tengah menyusui, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  1. Lakukan penyapihan secara bertahap. Hal ini untuk mencegah anak Anda menjadi rewel secara tiba-tiba dan terganggunya produksi ASI ibu.
  2. Kurangi frekuensi menyusui di siang hari dengan harapan bayi akan menyusu di malam hari. Sebab, saat malam hari bayi akan tertidur. Jika pulas, ia akan jarang terbangun dan meminta untuk menyusu lagi.
  3. Jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan, Anda dapat mulai memberikan makanan Pendamping ASI (MPASI) sebanyak 3 – 4 kali sehari.
  4. Tetap beri perhatian kepada si Kecil dengan cara lain, seperti sering memberinya pelukan, usapan maupun ciuman lembut.

Bagaimana kualitas ASI jika menyusui sambil hamil?

Pada kehamilan yang sehat sekalipun, tubuh ibu hamil akan memprioritaskan pemberian gizi kepada janin yang sedang tumbuh di dalam kandungan. Meski tanpa mengurangi kualitas dari ASI yang dihasilkan di awal kehamilan, seiring berjalannya waktu, ASI pun akan mengalami perubahan.

Di usia kehamilan 4 bulan, produksi ASI akan berubah rasanya menjadi hambar. Selain itu, produksi ASI pun akan semakin berkurang. Biasanya hal inilah yang menjadikan anak pertama secara alami akan berhenti menyusu dan secara otomatis akan kehilangan haknya dalam mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun.

Hal ini jugalah yang kemudian mendasari Journal of The American Medical Association memberikan jarak ideal antar kehamilan minimal adalah 2 tahun. Menurut jurnal tersebut, jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dianggap dapat menganggu kesehatan ibu hamil. Karena ibu hamil belum pulih dari persalinan sebelumnya dan masih dalam masa menyusui. Selain itu, ibu hamil yang masih menyusui juga rentan mengalami depresi pasca melahirkan.

Tips menyusui saat hamil

Apabila kondisi kehamilan Anda memungkinkan untuk tetap menyusui, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai untuk menyusui si Kecil:

1. Penuhi asupan nutrisi Anda dengan baik

Dengan kondisi hamil dan masih menyusui, Anda harus memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Karena saat ini Anda harus memberikan nutrisi untuk tiga orang. Pastikan dalam menu makanan harian Anda terdapat kandungan karbohidrat, protein yang tinggi, lemak, serta serat yang tinggi dari sayur dan buah.

2. Istirahat yang cukup

Usahakan untuk tidur dengan waktu yang cukup. Jika perlu, Anda dapat menyusui sambil berbaring. Karena kurang waktu tidur dapat menganggu kesehatan Anda dan memengaruhi produksi ASI.

3. Cegah puting mudah luka

Saat hamil, kondisi puting akan lebih sensitif dan mudah lecet jika cara menyusui Anda tidak benar. Jadi, cari tahu cara menyusui yang benar agar terhindar dari luka dan mood Anda pun tetap terjaga selama kehamilan.

4. Cukupi kebutuhan air putih

Pastikan Anda konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari agar terhindar dari dehidrasi yang berakibat pada menurunnya produksi ASI.

Pada kondisi tertentu, menyusui di saat hamil memang dapat membahayakan kondisi ibu hamil, bayi, dan janin di dalam kandungan. Namun, bila memang dokter kandungan memperbolehkan Anda tetap menyusui, ikutilah berbagai saran di atas agar Anda terhindar dari berbagai masalah di kemudian hari.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker