Pijat Refleksi Ibu Hamil, Bahaya?

Senyumperawat.com – Pijat refleksi ibu hamil perlu mendapatkan kajian yang komprehensif. Bukan apa-apa, tapi lebih kepada sikap berhati-hati karena boleh jadi ada kasus di tengah masyarakat.

Secara mendasar, pijat refleksi berbeda dengan teknik memijat otot pada umumnya. Sebab, pijat jenis ini lebih fokus pada titik-titik yang kok merupakan titik syaraf yang saling berkaitan dengan bagian tubuh lain. Tekanan di titik yang tepat, disebut-sebut mampu membuat peredaran darah menjadi lebih lancar, sakit kepala mereda, stres dan rasa lelah bisa berkurang.

Efek pijat refleksi ibu hamil

Efek pijat refleksi untuk ibu hamil ada beberapa yang mungkin bisa menjadi pertimbangan. Beberapa di antaranya dapat memberikan manfaat. Dikutip dari tulisanĀ dr. Dyah Novita Anggraini dalam Klikdokter tersebut, antara lain:

  • Mengurangi kram dan kejang otot pada kaki yang umumnya muncul selama kehamilan
  • Mengurangi rasa pegal pada kaki dan punggung
  • Memperbaiki suasana hati (mood)
  • Meningkatkan kualitas tidur, yang kadang mengalami gangguan seiring usia kehamilan
  • Menurunkan risiko diabetes selama kehamilan, karena dapat membantu memperkuat fungsi kelenjar pankreas.

Dengan manfaat yang begitu banyak, pijat refleksi terbukti aman untuk diterapkan pada ibu hamil.

Perhatikan ini sebelum ibu ingin pijat refleksi

Terdapat beberapa hal penting yang benar-benar perlu diperhatikan:

  1. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda
    Sebelum memutuskan untuk pijat refleksi, ibu hamil sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kadungan yang merawat. Tindakan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan kehamilan, agar dapat memastikan bahwa pijat refleksi memang aman untuk Anda lakukan.
  2. Usia kehamilan
    Pijat refleksi aman dilakukan pada trimester dua kehamilan. Hal ini karena penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh mampu meningkatkan aliran darah ke organ rahim, sehingga mampu memicu terjadinya kontraksi ke area rahim. Pemijatan di trimester pertama dan ketiga sangat tidak disarankan. Ini karena hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya keguguran dan kelahiran prematur.
  3. Memastikan titik pijat tidak berbahaya
    Ibu hamil yang ingin melakukan pijat refleksi wajib memilih tempat yang memiliki terapis profesional, memiliki sertifikat, dan terbukti kualitasnya. Hal ini dilakukan agar teknik pemijatan yang dilakukan benar-benar disesuaikan dengan kondisi tubuh ibu hamil.

Perlu diketahui, terdapat beberapa titik di tubuh ibu hamil yang sebaiknya dihindari, karena dianggap dapat memicu terjadinya keguguran, kontraksi dini, dan kelahiran prematur.

Hal yang perlu dihindari saat pijat relfeksiĀ ibu hamil

Berikut titik pijat yang sebaiknya dihindari:

  • Area empat jari di atas tumit kaki
  • Area cekungan di antara mata kaki luar dan tendon
  • Area ujung jari kelingking kaki
  • Area cekungan antara jempol dan jari telunjuk
  • Area jempol kaki.
  • Area di kaki, terutama area jempol, terhubung langsung dengan kelenjar pituitary yang mampu memproduksi hormon oksitosin. Saat hamil, munculnya hormon oksitosin mampu memicu kontraksi alami.

Meskipun ada manfaat dari pijat refleksi ini, tapi tetap saja sebaiknya Anda perhatikan apa yang boleh dan tidak boleh. Hal ini tentunya untuk kehati-hatian. Pastikan pula orang akan memijat adalah orang yang sudah memiliki sertifikat resmi sebagai terapis pijat refleksi.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker