Obat Untuk Hipertensi Ini Ditarik dari Pasar

0
Obat Untuk Hipertensi Ini Ditarik dari Pasar

Senyumperawat.com – Obat untuk hipertensi berikut ini menurut kabar yang beredar ditarik dari pasar. Penarikan sejumlah obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yaitu Irbesartan, Losartan dan Valsartan di Eropa dan Amerika Serikat membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI angkat suara. Ketiga obat tersebut merupakan obat untuk mengobati pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan antihipertensi lain, dan harus menggunakan resep dokter.

Dalam keterangan yang ada di laman resmi BPOM, dijelaskan bahwa EMA (European Medicines Agency), US FDA (Food and Drug Administration), MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) dan BPOM RI masih terus melakukan kajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut karena ditemukan adanya N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA).

“Berdasarkan penelusuran BPOM RI, obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia dan terdampak impurities NDMA dan NDEA adalah Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Sedangkan Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia,” demikian seperti tertera di peringatan publik.

Saat ini, industri farmasi yang melakukan produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA telah menarik produknya secara sukarela. Ialah Acentensa Tablet Salut Selaput 50 mg dari PT Pratapa Nirmala dan Insaar Tablet 50 mg dari PT Interbat yang menggunakan losartan dari Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China.

BPOM mengimbau pula bagi yang mengonsumsi obat untuk hipertensi yang berbahan tersebut, untuk konsultasi dengan dokter. Hal ini tentunya sebagai langkah antisipasi.

“Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang disebutkan, diharapkan dapat berkonsultasi dengan dokter dan apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan serta kefarmasian,” imbau BPOM. (Source: detik)

Share

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.