Menyusui Tapi Sedang Sakit, Bahayakah Bagi Bayi?

0
Menyusui Tapi Sedang Sakit, Bahayakah Bagi Bayi

Senyumperawat.com – Dilema tersendiri kala ibu ingin menyusui tapi sedang sakit, antara takut dan tidak tega. Takut jika nanti diberikan justru anaknya tertular penyakit. Tidak tega jika melihat anak menangis kelaparan karena masih ASI eksklusif. Di sini para ibu merasa serba salah.

Untuk kasus demam, dikutip dari laman Klik Dokter, ada pandangan yang menyatakan bahwa tidak masalah bila menyusui si Kecil tetap dilakukan. Sebab, meskipun demam merupakan salah satu tanda infeksi, kandungan antibodi dalam ASI akan sangat berguna bagi bayi agar terhindar dari penularan penyakit.

Efek tidak memberikan ASI bagi ibu dan bayi

Jika pemberian ASI dihentikan, justru dapat mengakibatkan berbagai efek samping baik bagi ibu maupun buah hatinya. Untuk ibu yang menyusui, penghentian pemberian ASI dapat menyebabkan payudara ibu penuh, sehingga berisiko terjadi infeksi payudara atau mastitis.

Sedangkan bagi bayi, berhenti memberikan ASI justru berpotensi menyebabkan si Kecil mengalami kekurangan asupan gizi.Jadi, tetaplah menyusui buah hati Anda, meski sedang sakit sekalipun. Tapi jangan lupa, pastikan Anda mencuci tangan sebelum menyusui si Kecil, dan gunakan masker jika Anda batuk atau flu.

Bila Anda ingin beristirahat, pemberian ASI dapat disiasati dengan memberikan ASI yang dipompa kepada si Kecil. Bagaimanapun, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga.

Nah, agar tubuh terhindar dari penyakit, ibu dapat mengonsumsi suplemen khusus ibu hamil dan menyusui untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Akan lebih baik lagi bila suplemen dikonsumsi sejak 1000 hari kehidupan bayi, yakni selama masa kehamilan hingga si Kecil berusia 2 tahun. Tapi ingat, konsumsi suplemen ini juga harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu, ya.

Ingin menyusui tapi sedang sakit, perhatikan batasan ini

Meski demikian, terdapat berbagai penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI, sehingga ibu sebaiknya tidak menyusui si Kecil. Salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI adalah HIV (Human Imunodeficiency Virus).

Infeksi yang disebabkan oleh virus ini dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dengan cara menghancurkan sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Karena rendahnya sistem pertahanan tubuh, maka ibu menyusui yang terinfeksi HIV akan mudah mengalami infeksi yang dapat mengancam nyawa.

Umumnya, HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV –seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Jadi, selain hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril, proses menyusui juga dapat menjadi media penularan virus.

Itu sebabnya, ibu yang menderita HIV dianjurkan untuk menyadari adanya risiko penularan HIV melalui ASI. Namun risiko ini dapat diturunkan dengan pemberian obat antiretroviral pada ibu menyusui yang dapat menekan pertumbuhan virus. Dengan demikian, ibu tetap dapat menyusui si Kecil.

Solusi jika tidak dapat memberikan ASI

Jika kondisi Anda benar-benar tidak dapat memberikan ASI, jangan cemas. Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan memberikan susu formula. Tapi ingat, dalam memberikan susu formula terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pilihlah susu formula yang memiliki kandungan gizi mirip dengan ASI. Anda dapat mengetahuinya dengan mencermati label dari susu formula sebelumdibeli. Untuk lebih pastinya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak dalam memilih susu yang aman dan cocok untuk si Kecil.

Selain itu, perhatikan kebersihan dalam mempersiapkan susu formula untuk bayi Anda. Pastikan kebersihan botol susu yang akan digunakan si Kecil terjamin kebersihannya. Cuci sampai bersih dan pastikan botol susu juga sudah disterilkan.

Momen menyusui sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Meski demikian, kondisi tak terduga bisa saja terjadi, misalnya saja ketika ibu menyusui terserang penyakit. Namun, dengan mengikuti berbagai anjuran di atas dan berkonsultasi dengan dokter, tak ada lagi yang perlu Anda khawatirkan. Sebisa mungkin, tetap utamakan ASI untuk tumbuh kembang bayi yang optimal!

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.