Mekanisme Terjadinya Bersin

Mekanisme Terjadinya Bersin

Senyumperawat.com – Mekanisme terjadinya bersin adalah sebuah proses alamiah. Bersin merupakan mekanisme tubuh dalam membersihkan hidung dari masuknya partikel asing. Ketika partikel asing seperti debu, kotoran, serbuk sari atau iritan lainnya masuk ke dalam hidung, maka partikel asing tersebut akan berinteraksi dengan rambut halus dan selaput lendir yang menyelimuti rongga hidung.

Bersin adalah proses alamiah

Pada saat itulah, rangsangan bersin akan timbul. Reseptor di lapisan hidung akan mengirimkan impuls melalui saraf kranial kelima menuju pusat bersin di medulla oblongata sebagai sinyal bahwa ada yang harus dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Tubuh pun segera mempersiapkan diri untuk melakukan kontraksi. Kerongkongan dan mata dipaksa tertutup, lidah bergerak ke langit-langit mulut dan otot dada juga diafragma pada perut akan menguat.

Pada akhirnya udara, ludah dan lendir akan keluar dari hidung juga mulut, dan terjadilah refleks alami yang kita sebut dengan bersin.

Bersin sebagai mekanisme pertahanan tubuh

Bersin juga merupakan salah satu bentuk dari aktivitas pertahanan tubuh terhadap bakteri atau virus penyakit yang menyerang. Itulah mengapa ketika seseorang terkena flu misalnya, secara otomatis ia akan mengalami bersin beberapa kali guna membuang bakteri maupun virus dari saluran pernapasan.

Di samping itu, faktor lingkungan seperti perubahan suhu, polusi, obat-obatan dan produk kosmetik tertentu juga dapat memicu terjadinya bersin. Meskipun mekanisme bersin umumnya sama pada setiap orang, namun cara bersin setiap orang dapat berbeda-beda.

Kenapa mata tertutup saat Bersin?

Saraf-saraf yang terdapat pada hidung dan mata saling berkaitan. Tertutupnya mata ketika bersin bertujuan untuk melindungi saluran air mata dan kapiler darah agar tidak terkontaminasi oleh partikel asing, bakteri atau virus yang keluar dari membran hidung. Itulah alasan di balik menutupnya mata kita ketika bersin.

Kapan bersin bisa berubah menjadi penyakit?

Pada dasarnya, bersin merupakan refleks alami tubuh yang amat normal dan tak perlu dicemaskan. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, seperti mimisan atau migrain, keseringan bersin akan berisiko memperparah kedua kondisi tersebut.

Disamping itu, bersin yang terjadi secara menahun atau berulang terus-menerus dalam jangka waktu lama, dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang mendasarinya. Misalnya seperti rhinitis alergi yang apabila tidak dikontrol dengan baik, maka dapat memicu timbunya infeksi lain seperti sinusitis, polip hidung atau infeksi telinga.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila bersin yang dialami sudah terlalu sering atau terjadi menahun guna mencegah masalah serius yang bisa saja timbul.

Adakah efek samping menahan bersin?

Penting untuk tidak pernah menahan bersin dalam kondisi apapun. Tindakan ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Menjepit hidung atau menutup rapat mulut untuk menahan bersin dapat:

  • Mengganggu aliran darah ke otak
  • Menyebabkan pembuluh darah dan jaringan saraf menjadi tertekan sehingga dapat mengakibatkan sakit kepala, kerusakan gendang telinga hingga rusaknya pembuluh darah
  • Memaksa bakteri kembali masuk ke rongga hidung dan kanal telinga, sehingga bukan tidak mungkin akan memicu terjadinya infeksi.

Meski begitu, tetap perhatikan adab atau norma ketika bersin. Usahakan untuk menutup hidung dan mulut dengan tisu guna mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Jika tak cukup cepat untuk meraih tisu, bersinlah dengan menggunakan lengan atas, bukan dengan tangan.

Share

COMMENTS