Kisah Ini Ku Beri Judul “One Million of Smile” ^_^, Zya yang Tetap Semangat Melawan TOF yang Menimpanya

Kisah Ini Ku Beri Judul “One Million of Smile” ^_^, Zya yang Tetap Semangat Melawan TOF yang Menimpanya

Senyumperawat.com – One Million of Smile, mungkin itu judul akan saya pilih ketika hendak menulis buku. Ya, dalam setiap kerling senyum itu akan ada jutaan senyum lain yang menyeringai. Bukan untuk sekedar menyapa hati tapi juga untuk mewarnai beragam lini.

Senyum itu selalu hadir dalam tiap candanya. Bahkan spiritnya untuk terus belajar begitu bernilai tinggi bagi kami. Sebagaimana anak pada umumnya, mereka selalu memiliki rasa ingin tahu. Tak peduli mesti dilalui dengan jatuh-bangun, tapi tetap gigih untuk dapat menguasai.

Ujian itu datang sebagai bentuk kasih sayang Allah. Ketika tiap syukurnya dinilai ibadah, tiap istighfarnya dinilai ibadah, tiap air matanya pun bisa dinilai ibadah. Tetap tersenyum adalah bentuk lain dari sebuah rasa syukur. Betapa tidak, masih banyak yang lebih berat dari itu. Semua sesuai kadar kemampuan hamba-Nya.

Ketika Zya lahir

Ia tak bernafas spontan, begitulah yang terjadi. Di situ bibirnya tampak biru, seluruh badannya pun demikian. Para bidan pun segera melakukan tindakan pembebasan jalan nafas yang diduga ia meminum cairan mekonium.

Pada momen itu, kami pun terdiam sejenak menanti kondisinya yang tengah kesulitan bernafas. Kemudian tiba-tiba, terdengar suara tangis yang lirih dari mulut mungilnya. Seketika kami pun berucap syukur atas kelahirannya.

Zya yang lahir dengan normal sejak dalam kandungan mulai kesulitan meningkatkan berat badan. Dari situ muncul banyak pertanyaan ada apa gerangan. Hingga saat ia lahir pun, berat badannya sulit naik.

Seiring waktu

Hari kian berlalu dan Zya pun tumbuh melalui tahapan tumbuh kembang yang berbeda dari anak biasanya. Badannya tampak begitu mungil, padahal orang tuanya berpostur besar. Ketika mulai bisa merangkak, bibir merahnya mulai sering tampak biru.

Dari situ, mulai banyak yang menduga ia sakit. Banyak yang menyarankan untuk memeriksakan kondisi Zya ke dokter. Namun waktu itu belum begitu kami perhatikan saran itu. Hingga suatu ketika, kondisi lemasnya semakin mengkhawatirkan. Seperti orang mengantuk tapi disertai bibir membiru, badan pucat pasi, tangan dan kaki pucat serta denyut jantung yang kuat.

Suatu ketika, saya pun berinisiatif mendengarkan suara jantungnya dengan stetoskop dan ternyata benar ada suara lain di jantungnya. Sebagaimana saya tuliskan pada tulisan sebelumnya. Hingga akhirnya ia divonis menderita TOF (Tetralogy of Fallot).

Perjalanan menuju Jakarta

Penuh haru memang momen tersebut. Keluarga besar mengantar hingga keberangkatan. Ambulan pun dipilih agar segera sampai di tempat tujuan. Karena terlalu bersemangatnya, hingga lupa bahwasanya hari itu hari libur nasional. Seketika muncul perasaan kecewa pada diri sendiri yang kurang memperhitungkan dengan teliti.

Tapi dengan Bismillah tetap nekad menuju RSAB Harapan Kita pada 11 September 2018. Sampai sana qodarullah memang tutup, tidak ada pelayanan di Poli Umum. Akhirnya kami pun kembali dengan tangan kosong saat itu.

Keesokan harinya, kami coba lagi datang ke rumah sakit dan ternyata, lagi-lagi belum bisa mendapatkan pelayanan. Ternyata di hari itu (12 September 2018) dokter jantung tidak ada yang bertugas. Setelah mendapatkan informasi lebih lanjut, ternyata keesokan harinya sang dokter baru ada jadwal. Akhirnya, kami pun kembali lagi namun kali itu dengan sedikit harapan baru.

Akhirnya berjumpa dengan dokter

Setelah menanti hingga 3 hari di Jakarta, akhirnya kami bisa mendapatkan nomor antrian di rumah sakit. Kala itu kembali Zya diberikan tindakan berupa pemeriksaan satursi oksigen, heart rate, tekanan darah dan juga echocardiografi.

Dokter pun memberi kesimpulan yang sama dengan hasil pemeriksaan sebelumnya di RS Urip Sumoharjo dengan dr. Riana, Sp.JP dengan rujukan dari dr. Diah Astika Rini, Sp.A.

Kala itu di RSAB Harapan Kita, kami berjumpa dengan dr. Winda Azwani, Sp. A (K). Setelah mendapatkan edukasi lebih detail terkait penanganan Zya ketika mengalami Spell. Dokter pun memberikan rujukan untuk segera diberi tindakan bedah di RS PJN Harapan Kita.

Proses itu panjang

Memang tak bisa dipungkiri entah sudah berapa tetesan air mata membasahi langkah itu. Tapi selalu ada yang menghibur kami sehingganya bagi kami itu adalah bagian dari One Million of Smile. Selalu ada kerling senyum manis dari wajah Zya yang membuat kami merasakan kemauan kerasnya.

Ia sedang berjuang melawan rasa sakit kala tubuhnya membiru. Tangisnya takkan bisa menghapus betapa cerianya ia kala tersenyum ^_^. Teriring doa selalu untuk, Zizi Sholehah.

Kota Bekasi, 5 November 2018
Bung Destur

Share

COMMENTS