Sudah Lulus Jadi Perawat Tapi Malah Tak Dihargai

0
Sudah Lulus Jadi Perawat Tapi Malah Tak Dihargai

Senyumperawat.com – Sudah lulus jadi perawat tapi tidak dihargai di dalam negeri. Mungkin begitu yang dirasakan oleh mayoritas perawat. Kenapa, tentu hal ini tak perlu dijawab. Sebab, sudah menjadi rahasia publik.

Pekerjaan yang beresiko tinggi tapi berharga murah

Memang keikhlasan itu berat. Meskipun banyak yang berulang kali meyakinkan diri untuk ikhlas, tapi sejatinya dalam hati merintih. Ikhlas itu adalah bagian ilmu dalam ajaran Islam yang begitu tinggi. Ibarat kata, tak semua orang mampu mencapai derajat mukhlisin (orang-orang yang ikhlas).

Perawat itu profesi. Sedangkan profesi itu sendiri bagi sebagian besar orang dicapai dengan nilai yang tinggi pula. Mulai dari perjuangan, biaya dan lain sebagainya.

Lucu memang, kampus kesehatan begitu banyak tapi lowongan kerja perawat begitu minim. Istilah sederhananya, lulus jadi perawat kemudian siap-siap jadi pengangguran. Sudah begitu, selalu para perawat tersebut dibuat BAPER. Kenapa, karena sering diimingi akan diangkat PNS ketika mereka memutuskan untuk menempuh jalan honorer. Lebih miris lagi, ada istilah TKS (Tenaga Kerja Sukarela).

Lantas, bagaimana pandangan ketua PPNI?

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan 1000 perawat ke Jepang. Di sana mereka dibayar Rp 18 hingga Rp 30 juta per bulan.

Begitu masa kontraknya habis dan harus pulang ke Indonesia, gajinya terjun bebas di bawah upah minimum provinsi (UMP). Alhasil sebagian besar perawat alih profesi jadi penerjemah bahasa Jepang secara online.

“Perawat Indonesia yang bekas kerja di luar negeri ogah jadi perawat lagi. Mereka lebih memilih jadi penerjemah bahasa asing di online. Gajinya bisa mencapai Rp 12 sampai Rp 15 juta,” terang Harif dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (15/3).

Para perawat yang mau bertahan dengan profesinya, lanjutnya sangat kecil. Walaupun gaji kecil tetap mengutamakan pengabdian. Karena itu, kata dia, pemerintah harusnya memerhatikan kesejahteraan perawat. Jangan biarkan perawat terus didiskriminasi, dikutip dari jpnn.

Share

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.