Penyakit Diabetes Mellitus (DM)

0
Penyakit Diabetes Mellitus (DM)

Senyumperawat.com – Penyakit Diabetes mellitus (DM) merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah disertai munculnya gejala utama yang khas, yakni urine yang berasa manis dalam jumlah yang besar (Bilous, 2014). DM atau kencing manis merupakan penyakit dikarenakan kelainan produksi hormon insulin (Sutanto, 2013).

Kelainan berupa jumlah produksi insulin yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh akibat ketidakmampuan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang secara efektif, atau gabungan dari kedua hal tersebut (Hadisaputro, 2007 ; Sutanto, 2013).

Lefebvre (2006) menyatakan bahwa DM dijuluki sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam karena dalam banyak kasus diabetes baru terdeteksi ketika komplikasi terlanjur terjadi.

Menurut Direktur Gizi masyarakat Dirjen BKM Depkes RI (2007), jika kadar gula darah pada pasien DM terus menerus tinggi dan tidak terkontrol, lama kelamaan akan timbul penyulit (komplikasi) yang pada dasarnya terjadi pada semua pembuluh darah misalnya: pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (dapat terjadi kebutaan), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal kronik), dan lain-lain (Departemen Kesehatan, 2007).

Komplikasi penyakit diabetes mellitus

Komplikasi penyakit DM diklasifikasikan menjadi 2 yaitu komplikasi yang bersifat akut dan kronis. Komplikasi akut terdiri dari hiperglikemi dan hipoglikemi. Hiperglikemi berupa ketoasidosis diabetik (KAD) dan Asidosis Laktat (AL). Komplikasi kronik dari DM diklasifikasikan yaitu mikrovaskuler dan makrovaskuler. Komplikasi makrovaskuler diantaranya penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer (Rosyada, 2013).

Komplikasi mikrovaskuler yaitu kerusakan sistem saraf, nefropati, dan retinopati. Komplikasi makrovaskular pada penderita DM disebabkan oleh aterosklerosis Penderita DM berisiko lebih besar untuk mengalami aterosklerosis dibandingkan populasi yang tidak menderita DM (Winter & Signoriono, 2002).

Aterosklerosis adalah hasil dari proses disfungsi endotel yang meningkatkan vasokontriksi, proinflamasi dan proses protombik yang menyebabkan pengembangan plak dan ruptur. Patofisiologi stroke pada penderita DM belum diketahui terdapat efek aterosklerosis pada pembuluh darah otak besar dan kecil (Hewit et al., 2012).

Disfungsi endotel lebih sering dialami oleh penderita DM yang disebabkan oleh adanya metabolisme yang tidak normal. Abnormalitas tersebut meliputi hiperglikemi, kelebihan asam lemak bebas, dan resistensi insulin (Paneni, 2013). Pada penderita DM tipe 2, derajat hiperglikemi dan lama menderita diabetes merupakan faktor terjadinya stroke (Laakso, 2015).

Pemicu terjadinya gangguan vaskular pada penderita DM adalah ketidakseimbangan antara lain bioavailabilitas nitiric oxide dan akumulasi reactive oxygen species yang menyebabkan disfungsi endotel (Paneni, 2013).

Hiperglikemi menghambat produksi reactive oxygen species terutama anion superoksida pada endotel dan sel otot polos. Anion seperoksida langsung menghambat NO dengan membentuk ion peroxynitrite yang bersifat racun, yang memisahkan eNOS dengan mengoksidasi kofaktor, tetrahydrobioprotein dan menyebabkan eNOS memproduksi 02. Penurunan aktivitas NO berakibat menurunkan potensi vasodilatasi endotel sehingga peran pengaturan hemostatis vaskuler terganggu (Air et al., 2007)

Abnormalitas lain dari DM adalah resistensi insulin, menyebabkan asam lemak bebas dari jaringan adiposa, yang mengaktifkan enzim protein kinase C, menghambat phospatidylinositol kinase dan meningkatkan produksi ROS. Mekanisme ini secara langsung mengganggu produksi NO atau mengurangi bioavaibilitasnya. Aktivasi PKC menyebabkan sintesis enzim NAD(P)H yang secara signifikan lebih meningkatkan pembentukan anion superoksida (Creager et al., 2003).

Produksi anion superoksida yang berlebihan disertai dengan peningkatan pembentukan NO, menyebabkan terbentuknya peroxynitrite onion yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan DNA selanjutnya secara keseluruhan berakibat pada terjadinya disfungsi endotel (Roberts et al., 2013).

DM secara substansial meningkatkan risiko serebrovaskuler atau stroke dengan melibatkan disfungsi endotel, sel otot polos, dan fungsi trombosit. Kelainan yang ada pada DM, seperti hiperglikemi, peningkatan asam lemak bebas, dan resistensi insulin, masing- masing memprovokasi mekanisme molekuler yang berkontribusi terhadap disfungsi endotel melalui penurunan bioavaibilitas NO, peningkatan stres oksidatif, gangguan sinyal transduksi intraseluler, dan aktivasi reseptor AGEs.

Selain itu, fungsi trombosit yang abnormal, dan adanya peningkatan produksi dari beberapa faktor protombik. Kelainan ini berkontribusi pada peristiwa seluler yang menyebabkan aterosklerosis dan kemudian meningkatkan risiko stroke pada penderita DM (Creager et al., 2003, Kuswita, 2013, Laakso, 2015; Roberts et al., 2013).

Proses disfungsi endotel pemicu terjadinya aterosklerosis yang akhirnya meningkatkan risiko stroke pada penderita DM. Stroke dapat terjadi apabila aterosklerosis menyerang sistem saraf.

Daftar pustaka

  • Creager, M. A., Lüscher, T. F., Cosentino, F., & Beckman, J. A. (2003). Diabetes and vascular disease. Pathophysiology, clinical consequences, and medical therapy: Part I. Circulation, 108(12), 1527–1532.
    https://doi.org/10.1161/01.CIR.0000091257.27563.32
  • Roberts, I., Shakur, H., Hunt, B., & Baloqun. (2013). The CRASH-2 trial: a randomised controlled trial and economic evaluation of the effects of tranexamic acid on death, vascular occlusive events and transfusion requirement in bleeding trauma patients. Health Technology Assessment, 17(10), 1–80. https://doi.org/10.3310/hta17100.
  • Air, E. L., & Kissela, B. M. (2007). Diabetes, The Metabolic Syndrome, and Ischemic Stroke. Diabetes Care, 30(12), 3131–3140. http://care.diabetesjournals.org/content/30/12/3131 
  • Paneni, F., Beckman, J., Creager, M., & Cosentino, F. (2013). Diabetes and Vascular Disease: Pathophysiology, Clinical Consequences, and Medical Therapy: Part I. European Heart Journal, 34(31), 2436–2443. https://doi.org/https://doi.org/10.1093/eurheartj/eht149
  • Laakso, H. M. (2015). Assessment of Executive Functions In Elderly Stroke Patients: Long-Term Predictive Value on Functional Disability, (March). https://helda.helsinki.fi/bitstream/handle/10138/154717/hann a_laakso_progradu_2015.pdf?sequence=2
  • Hewitt, J., Castilla Guerra, L., Fernández-Moreno, M. D. C., & Sierra, C. (2012). Diabetes and Stroke Prevention: A Review. Stroke Research and Treatment, 2012. https://doi.org/10.1155/2012/673187
  • Winter, W., & Signoriono, M. (2002). Diabetes Melitus Pathophysiology, Etiology, Complications, Management, and Laboratory Evaluation: Spesial Topics in Diagnostics Testing. Washington, DC: American Ascociation for Clinical Chemistry (AACC) Press.
  • Rosyada, A., & Trihandini, I. (2013). Determinan Komplikasi Kronik Diabetes Melitus pada Lanjut Usia. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7(9), 395–402. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i9.11
  • Departemen Kesehatan, R. (2007). Pedoman Strategi KIE Keluarga Sadar Gizi. (KADARZI). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat & Bina Gizi Masyarakat. gizi.depkes.go.id/wp- content/uploads/2012/05/strategi-KIE-Kadarzi.pdf
  • Hadisaputro, S., Setyawan, H. (2007). Epidemiologi dan Faktor- Faktor Risiko terjadi Diabetes Mellitus tipe 2. In dkk. N. L. D. mellitus D. dari B. A. P. D. dalam rangka P. T. P. D. dr. R. D. Darmono (Ed.) (pp. 133–153). Semarang: Universitas Diponegoro Semarang.
  • Bilous, R., Donelly, R. (2014). Buku Pegangan Diabetes Edisi Ke
    4. Jakarta: Bumi Medika. 104-125
  • Lefebvre PJ, S. A. (2006). Hypoglycemia. (B. A. (eds. . E. & R. Porte D, Sherwin RS, Ed.) (Diabetes M). New York: Mc Graw Hill. 122-130
  • Nurhayati, Pipin (2018). Efektifitas Kombinasi Terapi Psikoedukasi Dan Guided Imagery Tergadap Kecemasan Dan Depresi Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Stroke. Jurnal UMY http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/21318
Share

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.