Lima Kebutuhan Dasar Menurut Maslow dengan Peranan Perawat

Lima Kebutuhan Dasar Menurut Maslow dengan Peranan Perawat

Senyumperawat.com – Teori Hierarki lima kebutuhan dasar menurut Maslow atau yang bernama lengkap Abraham Maslow, menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. Tidak hanya itu, dalam pengkajian asuhan keperawatan pun mencangkup lima kebutuhan tersebut. Karena, dengan adanya acuan seperti ini dapat mempermudah perawat dan klien dalam mencapai tujuan yang sama, sehat.

1. Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan yang paling dasar, bahkan hampir semua manusia membutuhkannya. Misalnya udara, air, makanan, minuman, eliminasi, aktivitas, istirahat. Mungkin seluruh perawat masih ingat dengan kolom pengkajian yang terisikan tentang ADL (Activity Daily Living), di sana terdapat perbandingan antara di rumah sakit dengan di rumah.

Adapun option yang dikaji adalah

  1. Pola nutrisi yang mencangkup makan dan minum,
  2. Pola eliminasi yang berupa BAK dan BAB,
    Pola istirahat yang menjabarkan berapa lama waktu istirahat yang biasa dilakukan, perlu ditekankan bahwa, durasi waktu yang panjang tidak mempengaruhi kualitas tidurnya.
  3. Pola kebersihan diri seperti mandi, sikat gigi, keramas, gunting kuku dan berhias.

Sehingga penting bagi perawat mengetahui dan memastikan apakah pasiennya sudah makan. Adakah kesulitan untuk BAK dan BAB. Apakah semalam bisa tidur nyenyak. Apakah sudah dilap dengan waslap dan ganti baju.

2. Kebutuhan rasa aman dan nyaman

Kebutuhan yang setiap orang akan merasa senang jika diperhatikan. Biasanya perawat akan menanyakan bagaimana perasaannya hari ini. Apakah ada keluhan. Hal ini dapat mengetahui bahwa pasien tidak terancam dirinya baik secara fisik maupun psikis. Keluhan yang muncul pada fisik bisa berupa sesak nafas, nyeri dan sebagainya.

Sedangkan psikis mencangkup rasa cemas terhadap cidera, kekhawatiran dengan sakitnya, dan sebagainya.

Data dalam asuhan keperawatan bukan hanya di kolam keluhan utama saja, tapi dapat dilakukan intervensi yang ada dan kolom evaluasi untuk mengetahui perkembangan status kesehatan pasien.

3. Kebutuhan rasa cinta

Memiliki dan dimiliki merupakan salah satu cara perawat dalam melakukan pengkajian lebih berkualitas. Tentunya perawat akan melakukan bina hubungan saling percaya, tidak hanya pada pasien. Namun, dengan keluarga pasien jua.

4. Kebutuhan harga diri

Kebutuhan dasar yang dibutuhkan pasien tertentu, seperti yang kecelakaan lalu lintas. Jika didapati terjadi fraktur atau kehilangan anggota tubuh akibat kecelakaan. Bisa juga ditemui pada pasien dengan penyakit kanker payudara, tumor ataupun kista, yang menyebabkan pasien harus pulang dalam keadaan anggota tubuh yang tidak utuh.

Di sinilah penting bagi perawat untuk terus meningkatkan rasa percaya dirinya dengan memberikan dukungan spiritual. Karena, manusia adalah makhluk biopsikososial dan kultural. Sehingga pendekatannya pun dapat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan pasien tersebut. Adapun diagnosa keperawatan yang terkait adalah kecemasan berhubungan dengan rasa takut menghadapi operasi.

5. Kebutuhan aktualisasi diri

Kebutuhan yang paling tinggi. Inipun hanya pasien tertentu yang sangat produktif. Banyak peran, hak dan kewajiban, serta peran dan tanggung jawabnya terhadap amanah yang dimiliki. Berikan sugesti positif untuk menyakinkan bahwa pasien sehat seperti sedia kala, sehingga dapat melakukan tanggung gugat dengan baik. Serta tak lupa untuk terus menjaga pola hidup sehat.

Sekian, terima kasih.

Penulis: Zr. Runekaf (via email redaksi)
Editor: Destur

Share

COMMENTS