Gaji Perawat D3 Sampai 21 Juta di Jepang, Kalau Mau Begini Caranya!

Senyumperawat.com – Kalau bicara masalah gaji perawat D3 di Indonesia, rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ada yang bekerja dengan waktu normal, tapi digaji tak normal. Terutama bagi para honorer, kadang gaji menunggak sekian bulan.

Memang beginilah adanya tingkat perhatian negara terhadap bidang kesehatan. Sudah kuliahnya mahal, tapi setelah bekerja justru dihargai rendah. Pantas saja memang kini banyak perawat lulusan D3 dan S1 Ners memilih untuk banting stir. Sebagian lagi ada yang tetap istiqomah dengan profesinya, tapi memilih untuk hijrah ke luar negeri.

Gaji perawat D3 capai 21 Juta

Ternyata, Jepang adalah salah satu rumput hijau bagi para perawat. Di sana para perawat diberikan fasilitas hidup yang jauh lebih layak dari di Indonesia. Bahkan, gaji perawat D3 bisa mencapati 21 juta.

Hal ini diungkapkan oleh Rian Setiawan (23). Ia merupakan perawat yang mengikuti program G to G sehingga dikirim ke Jepang untuk merawat Lansia.

Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melepas keberangkatan 329 tenaga medis dan perawat lansia yang akan bekerja di beberapa wilayah di Jepang, Senin, 4 Juni 2018. Perawat yang diberangkatkan ini merupakan gelombang ke-11 dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Teguh Hendro Cahyono, dikutip dari laman Tempo, Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau BNP2TKI, pengiriman tenaga perawat ke Jepang berada dalam koridor kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang yang dibuka sejak 2008. Berdasarkan perjanjian kerja sama ini, Indonesia bisa memanfaatkan lowongan pekerjaan di Jepang dengan mengirimkan tenaga perawat ke Negeri Sakura tersebut.

Jumlah perawat yang bekerja ke Jepang setiap tahun menunjukkan kenaikan. Hal ini memperlihatkan minat para perawat Indonesia yang tinggi untuk bekerja di Jepang, khususnya menyangkut penghasilan.

“Kalau gaji di tempat saya bekerja sekitar 175 ribu yen atau sekitar Rp.21 juta,” kata Rian Setiawan, 23 tahun, calon perawat panti lansia di Yokohama, Jepang, kepada Tempo 4 Juni 2018.

Rian menceritakan penghasilan yang dia peroleh selama bekerja di Jepang akan digunakan untuk melanjutkan kuliahnya. Sebelumnya, Rian telah menyelesaikan pendidikan D3 di Poltekkes, Kementerian Kesehatan Bengkulu.

Rian dan 328 perawat lainnya akan bekerja di Jepang dengan kontrak kerja selama 3 tahun sampai 4 tahun. Setelah melalui seleksi panjang hampir satu tahun lamanya, mereka akan ditempatkan di rumah sakit dan panti jompo di berbagai wilayah di Jepang.

Lamaran pekerjaan sebagai perawat ini tersedia di situs resmi BNP2TKI dan tiket keberangkatan ke Jepang pun akan dibiayai oleh pemerintah Jepang. Sebelum berangkat, para perawat ini juga harus mengikuti kursus bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta.

Bagaimana cara menjadi perawat ke Jepang?

Dalam website ini sudah kami jabarkan banyak sekali tulisan mengenai cara mendaftar sebagai TKI perawat ke Jepang. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi link di bawah ini:

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker