Apa yang Menjadi Penyebab Tipes?

Apa yang Menjadi Penyebab Tipes?

Senyumperawat.com – Penyebab tipes atau dalam istilah medis disebut typhoid adalah salmonella typhi. Salmonella paratyphi A, B dan C. Bakteri penyebab tipes ini tidak begitu saja menyerang tubuh. Ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier.

Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekskresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari satu tahun, ini akan dapat menginfeksi orang lain.

Macam-macam salmonella typhi penyebab tipes

Adapun beberapa macam dari salmonella typhi adalah sebagai berikut:

1.Salmonella typhosa, basil gram negatif yang bergerak dengan bulu getar, tidak berspora mempunyai sekurang-kurangnya tiga macam antigen yaitu:

a.Antigen O ( somatic, terdiri dari zat komplek liposakarida)
b.Antigen H ( flagella )
c.Antigen K (selaput) dan protein membran hialin.

2.Salmonella paratyphi A
3.Salmonella paratyphi B
4.Salmonella paratyphi C (Juwono, 2000)

Patofisiologi

Kuman masuk melalui mulut, sebagian kuman akan dimusnahkan dalam lambung oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus, ke jaringan limfoid dan berkembang biak menyerang vili usus kemudian kuman masuk ke peredaran darah (bakterimia primer ), dan mencapai sel-sel retikulo endoteleal, hati, limpa dan organ-organ lainnya.

Proses ini terjadi dalam masa tunas dan akan berakhir saat sel-sel retikulo melepaskan kuman ke peredaran darah dan menimbulkan bakterimia untuk kedua kalinya. Selanjutnya kuman masuk keberapa jaringan organ tubuh, terutama limpa, usus dan kandung empedu.

Pada minggu pertama sakit, terjadi hiperplasia plaks player. Ini terjadi pada kelenjar limfoid usus halus. Minggu kedua terjadi nekrosis dan pada minggu ketiga terjadi ulserasi plaks peyer. Pada minggu keempat terjadi penyembuhan ulkus yang dapat menimbulkan sikatrik. Ulkus dapat menimbulkan pendarahan, bahkan sampai perforasi usus.

Selain itu hepar, kelenjar-kelenjar mesentrial dan limpa membesar. Gejala demam disebabkan oleh endotoksil, sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus. (Suriadi, 2006)

Bakteri masuk melalui saluran cerna, dibutuhkan jumlah bakteri 105-109 untuk dapat menimbulkan infeksi. Sebagian besar bakteri mati oleh asam lambung. Bakteri yang tetap hidup akan masuk ke dalam ileum melalui mikrovili dan mancapai plak peyeri, selanjutnya masuk ke dalam pembuluh darah (disebut bakterimia primer).

Pada tahap selanjutnya, salmonella typhi menuju ke organ sistem retikuloendotelial yaitu hati, limpa, sumsum tulang, dan organ lain (disebut bakterimia sekunder). Kandung empedu merupakan organ yang sensitif terhadap infeksi salmonella typhi (Mansjoer, 2000).

Manifestasi Klinik

Manifestasi klinik dari typhoid abdominalis antara lain;

  1. Nyeri kepala, lemah, lesu.
  2. Demam yang tidak terlalu tinggi dan berlangsung selama 3 minggu. Minggu pertama peningkatan suhu tubuh berfluktuasi. Biasanya suhu tubuh meningkat pada malam hari dan menurun pada pagi hari. Pada minggu kedua suhu tubuh terus meningkat. Dan pada minggu ketiga suhu tubuh berangsur-angsur turun dan kembali normal.
  3. Gangguan pada saluran pencernaan; bibir kering dan pecah-pecah, lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue), lambung yang membengkak karena terisi udara (meteorismus), mual, tidak nafsu makan, hepatomegali, spenomegali yang disertai nyeri pada perabaan.
  4. Gangguan kesadaran; penurunan kasadaran (apatis, somnolen).
  5. Bintik-bintik kemerahan pada kulit akibat emboli dalam kapiler kulit.
  6. Epistaksis.
    (Suriadi, 2006)

Daftar Pustaka

  • Mansjoer, Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran Edisi 2, Jakarta : Media Aeskapius, FKUI.
  • Suriadi, 2006, Asuhan Keperawatan pada Anak, Jakarta: EGC.
  • Juwono, 2000, Ilmu Penyakit Dalam Edisi 3, Jakarta: FKUI
Share

COMMENTS